KRI Nanggala Tenggelam
Ini Profil Komandan KRI Nanggala 402, Letkol Heri Oktavian
Ini Profil Komandan KRI Nanggala 402, Letkol Heri Oktavian. Simak selengkapnya di dalam berita ini.
4. Beri pembekalan ke Taruna
Pada 20 Juni 2020, Komandan KRI Nanggala (402) Letkol Laut (P) Heri Oktavian ikut memberikan pembekalan bagi Taruna Tingkat IV Angkatan ke-65.
Setelah sebelumnya dibekali Brivet Penerbang dan Penyelam, Taruna Tingkat IV Angkatan ke-65 dibekali dan diajak untuk bergabung bersama mendapatkan Brivet Korps Hiu Kencana (Pengawak Kapal Selam) pasca dilantik menjadi perwira TNI AL nanti.
Pembekalan Brivet Kapal Selam ini merupakan salah satu materi yang diberikan kepada Taruna Tingkat IV Angkatan ke-65 yang disampaikan langsung Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmada II, Kolonel Laut (P) Iwan Kusumah, S.E. di Auditorium Mandalika, Komplek Ki Hadjar Dewantara, Kesatrian Bumimoro AAL, Surabaya, Jumat (12/6/2021).
Baca juga: Wali Kota Jakarta Timur Libatkan Orang Tua untuk Mencegah Tawuran di Bulan Ramadan
Dalam pelaksanaan pembekalan kepada Taruna AAL tingkat akhir ini, Dansatsel didampingi Komandan KRI Nanggala (402) Letkol Laut (P) Heri Oktavian, Pasops Satsel Mayor Laut (P) Topan Agung Yuwono dan Komandan Sekolah Kapal Selam (Dansekasel) Pusdiksus, Kodiklatal Mayor Laut (P) Fufud Ariek A.
Gelar Doa Bersama
Suasana kampung tempat tinggal Komandan Letkol Laut (P) Heri Oktavian di Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya. (Istimewa/Dokumentasi warga)
Rumah kakak pertama Letkol Laut Heri, Chandra Yunita, tampak lengang dilihat dari luar.
Sayup terdengar lantunan ayat suci Al Quran dari dalam rumah bercat putih yang berada di kompleks Pemuka, Kecamatan Rajabasa, tersebut.
"Nggak putus-putus kami mendoakan Heri. Baca (surah) Yasin setelah shalat," kata Chandra ditemui, Sabtu (24/4/2021) malam.
Baca juga: Ingin Dapat Cuan Besar saat Pandemi Virus Corona? Coba Tengok Indo Virtual Fair 2021
Kabar musibah yang menimpa adik bungsunya itu didapatkan dari Yanuar, anak ketiga dari empat bersaudara itu Kamis kemarin.
"Ya Allah, kami nggak nyangka," kata Chandra.
Chandra pun menjemput ibundanya yang tinggal di Kota Metro, Murhaleni (73) untuk pergi ke Surabaya terkait kabar kapal selam yang dikomandoi Heri itu telah dinyatakan tenggelam.
Sambil menunggu kabar keberangkatan ke Surabaya, Murhaleni tinggal di rumah Chandra.
Murhaleni menuturkan, komunikasi dengan anak bungsunya itu terjadi beberapa hari lalu. Saat itu, Murhaleni mengirimkan video melalui WhatsApp terkait pelarangan mudik.
"Waktu itu saya dapat video soal larangan mudik, jadi saya kirim ke Heri, supaya nggak mudik dulu (ke Lampung)," kata Murhaleni.
Baca juga: Direktur Olahraga Persija Ferry Paulus Puji Kinerja Menpora Amali di Piala Menpora 2021
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/komandan-kri-nanggala-402.jpg)