Berita Nasional

Ada 21 Bandara Sedia GeNose C19, Kemenhub Targetkan 100 Bandara, Budi: Cepat, Tidak Sakit, dan Murah

GeNose C19 diimplementasikan ke para calon penumpang transportasi udara. Menhub Budi Karya sebut kini ada 21 bandara sedia GeNose C19.

Editor: Panji Baskhara
Angkasa Pura II
GeNose C19 diimplementasikan ke para calon penumpang transportasi udara. Menhub Budi Karya sebut kini ada 21 bandara sedia GeNose C19. Foto: Bandara yang berada di bawah pengelolaan Angkasa Pura II mulai menggunakan Genose C19 untuk skrining awal covid-19. 

"Vaksinasi saat berpuasa tidak membatalkan puasa, karenanya Umat Islam yang sedang berpuasa boleh melakukan vaksinasi," papar Asrorun.

MUI sebelumnya juga mengeluarkan fatwa Nomor 23 Tahun 2021 tentang hukum tes swab untuk deteksi Covid-19 saat berpuasa.

Asrorun mengatakan, tes swab adalah pemeriksaan laboratorium untuk deteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus.

Dengan cara pengambilan sampel dahak, lendir, atau cairan dari nasofaring dan orofaring.

Berdasarkan fatwa MUI, tes swab untuk deteksi Covid-19 tidak membatalkan puasa.

"Pelaksanaan tes Swab sebagaimana dalam ketentuan umum tidak membatalkan puasa," ujar Asrorun melalui keterangan tertulis, Kamis (8/4/2021).

Sehingga Umat Islam yang sedang berpuasa diperbolehkan melakukan tes swab untuk deteksi Covid-19.

MUI mengimbau agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan agar selamat dari penularan Covid-19.

"Pemerintah agar melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan dengan ketat, supaya pandemic Covid-19 segera berakhir," kata Asrorun.

MUI juga mengeluarkan fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa.

"Ini sebagai panduan bagi umat Islam agar dapat menjalankan puasa Ramadan dengan memenuhi kaidah keagamaan."

"Dan pada saat yang sama dapat mendukung upaya mewujudkan herd immunity."

"Dengan program vaksinasi covid19 secara masif," ujar Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh melalui keterangan tertulis, Selasa (16/3/2021).

Fatwa tersebut menyebutkan vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa.

Injeksi intramuskular adalah injeksi yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot.

"Hukum melakukan vaksinasi Covid-19 bagi umat Islam yang sedang berpuasa dengan cara injeksi intramuscular adalah boleh sepanjang tidak menyebabkan bahaya (dlarar)," ucap Asrorun.

Asrorun sebut MUI merekomendasi pemerintah dapat melakukan vaksinasi Covid-19 saat Bulan Suci Ramadan.

Hal itu untuk mencegah penularan wabah Covid-19, dengan memperhatikan kondisi Umat Islam yang sedang berpuasa.

"Pemerintah dapat melakukan vaksinasi Covid-19 pada malam hari Bulan Ramadan, terhadap Umat Islam yang siangnya berpuasa."

"Dan dikhawatirkan menyebabkan bahaya akibat lemahnya kondisi fisik," tutur Asrorun.

MUI mengajak umat Islam berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok dan terbebas dari wabah Covid-19.

(Tribunnews.com/Hari Darmawan)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved