Breaking News:

Kecelakaan Alutsista

UPDATE Kecelakaan KRI Nanggala 402: Informasi Simpang Siur, Begini Klarifikasi Kapuspen TNI

TNI menyampaikan klarifikasi tentang simpang siurnya informasi KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Bali bagian utara.

antarafoto.com/M Risyal Hidayat
Kapuspen TNI menyampaikan klarifikasi tentang simpang siurnya informasi KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Bali bagian utara, Jumat (23/4/2021).  Foto dok: Prajurit TNI AL awak kapal selam KRI Nanggala-402 berada di atas lambung kapal, setibanya di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin (6/2/2012). 

WARTAKOTALIVE.COM, BADUNG -- Berita hilang kontak kapal selam KRI Nanggala 402 di perairan Bali bagian utara langsung menyentak publik.

Riuhnya pemberitaan, terutama di media online dan di media sosial, membuat pihak TNI Angkatan Laut yang sedang dirundung masalah, harus meluruskan kesimpangsiuran informasi yang beredar di masyarakat.

TNI menyampaikan klarifikasi tentang simpang siurnya informasi KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Bali bagian utara. 

Video: Sosialisasi Larangan Mudi pada 6-17 Mei 2021 di Terminal Tanjungpriok

"Tadi pagi, ada salah satu media menyampaikan tentang cara menutup dan membuka ruang torpedo, ya, daripada itu akan menimbulkan yang salah dan memberikan analisis yang tidak jelas," kata Kapuspen TNI Mayor Jenderal TNI Achmad Riad saat konferensi pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (23/4/2021).

Pada hari ini, kata dia, akan dijelaskan lebih perinci lagi oleh Mantan Komandan KRI Nanggala 402 Letkol Laut (P) Anshori dan mantan KKM KRI Nanggala Mayor Laut (T) Ignatus

Ia mengajak para media untuk mengecek kembali sehingga tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat ataupun bisa jadi salah mengartikan perkembangan informasi terkait dengan KRI Nanggala 402.

Baca juga: 21 Kapal Dikerahkan Lakukan Pencarian KRI Nanggala 402, Benarkah Persediaan Oksigen Tinggal 12 Jam

Baca juga: VIDEO Presiden Jokowi Perintahkan Pencarian Optimal KRI Nanggala-402

Selanjutnya, mantan Komandan KRI Nanggala-402 Letkol Laut (P) Anshori menjelaskan terkait dengan KRI Nanggala-402.

Pada proses menyelam, ada dua teori yang harus diperhatikan, yaitu menyelam secara statis dan menyelam secara dinamis.

Ia menjelaskan bahwa menyelam statis adalah proses menyelam tanpa menggunakan kelajuan ataupun pendorongan dari kapal selam itu sendiri.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved