Vaksinasi Covid19
Sebanyak 158 Lansia di Kabupaten Bekasi Menerima Vaksin Astrazeneca
Wakil jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi Masrikoh mengatakan, data jumlah 65.581 pelayan publik mendapatkan hingga Senin (19/4) kemarin.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dian Anditya Mutiara
158 Lansia di Kabupaten Bekasi Menerima Vaksin AstraZeneca
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi menyatakan sebanyak 65.581 pelayan publik telah menerima dosis satu vaksin.
Sementara petugas yang sudah mendapatkan suntik vaksin dosis kedua sebanyak 37.665 orang.
Wakil jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi Masrikoh mengatakan, data jumlah 65.581 pelayan publik mendapatkan hingga Senin (19/4) kemarin.
Di saat bersamaan, vaksinasi tahap kedua bagi warga lanjut usia juga sudah diberikan kepada 9.792 lansia ber-KTP Kabupaten Bekasi, 1.699 lansia di antaranya telah menerima vaksin Covid-19 untuk dosis kedua.
"Untuk warga lansia, 9.634 orang mendapat vaksin Sinovac dan 158 lainnya menerima vaksin AstraZeneca," katanya, pada Rabu (21/4/2021).
Baca juga: Tips Hadapi Pandemi Covid-19 Bagi Lansia ala Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari
Baca juga: Pemprov DKI Gelar Program Bawa 2 Lansia Gratis 1 Vaksin Non Lansia, Begini Caranya
Secara keseluruhan, kata dia, vaksinasi Covid-19 telah mencakup seluruh tenaga kesehatan di tahap pertama yang berjumlah 10.900 orang.
Sedangkan vaksinasi tahap kedua yang kini sedang berlangsung ditargetkan menyasar 187.252 lansia serta 149.125 petugas pelayan publik.
"Total target sasaran vaksinasi di Kabupaten Bekasi sebanyak 347.022 meliputi tenaga kesehatan, petugas pelayan publik, masyarakat rentan, dan masyarakat umum lainnya," kata Masrikoh.
Ia menjelaskan, kegiatan vaksinasi hingga saat ini masih berlangsung di 115 fasilitas kesehatan yang terdaftar di Dinas Kesehatan, dari total 224 faskes yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi.
"Kami berkomitmen menyukseskan program percepatan vaksinasi pemerintah pusat," kata dia.
Pihak AstraZeneca Bantah Vaksin Buatannya Mengandung Babi
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menanggapi polemik vaksin AstraZeneca, yang prosesnya disebut melibatkan enzim dari babi.
Dalam konteks ilmu pengetahuan, kata Wiku, pengembangan vaksin sudah lama terjadi.
Wiku mengatakan, proses pengembangan vaksin pasti memerlukan tahapan yang sangat rinci, di antaranya menggunakan enzim sebagai katalisator.
Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Sisa 10, Terbanyak di Kalimantan Tengah dan Bali
Kebetulan, kata Wiku, enzim yang kerap dipakai menjadi katalisator adalah tripsin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/vaksin-astrazeneca-di-kanada-distop.jpg)