Breaking News:

Hukuman untuk Jozeph Paul Zhang Berlaku di Seluruh Dunia, Ini Penjelasan Lengkap Pakar Hukum Pidana

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Asep Iwan Iriawan sebut hukuman untuk Jozeph Paul Zhang berlaku di seluruh dunia.

Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Terungkap, hukuman untuk Jozeph Paul Zhang berlaku di seluruh dunia. Foto: Nama Youtuber Jozeph Paul Zhang mendadak menjadi perbincangan publik. Pasalnya, Youtuber Jozeph Paul Zhang yang merupakan warga negara Indonesia namun tinggal di Hongkong tersebut disebut telah melecehkan agama Islam. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Terungkap, hukuman untuk Jozeph Paul Zhang berlaku di seluruh dunia.

Terkait hukuman Jozeph Paul Zhang dijelaskan Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Asep Iwan Iriawan.

Dinilai Asep Iwan Iriawan, hukuman bagi Jozeph Paul Zhang berlaku di seluruh dunia dengan sanksi pidana.

Sebab, papar Asep, hampir di seluruh dunia menganut sanksi pidana bagi siapapun yang menistakan agama.

Baca juga: Ditetapkan Tersangka, Pria yang mengaku Nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang Diyakini Ada di Jerman

Baca juga: Polisi Berharap Red Notice Bisa Bikin Jozeph Paul Zhang Ditolak Negara Mana Pun

Baca juga: Status Pendetanya Diragukan PGI, Jozeph Paul Zhang Tak Ambil Pusing, Klaim Miliki Sertifikat Pastor

"Masalah penodaan agama hampir seluruh dunia menganut sanksi pidana bagi siapapun yang menodai agama."

"Jadi ketika orang-orang melakukan tindak pidana penodaan agama, ini juga berlaku di seluruh dunia," kata Asep, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Rabu (21/4/2021).

Asep juga menjelaskan, hukuman bagi Jozeph Paul Zhang bisa dijerat berdasarkan asas teritorial atau asas nasionalitas aktif.

Oleh karena itu, meski Jozeph Paul Zhang bukan seorang warga negara Indonesia (WNI) sekalipun, hukuman baginya tetap berlaku.

YouTuber Joseph Paul Zhang resmi dinyatakan sebagai tersangka atas perbuatan penistaan agama. (YouTube Joseph Paul Zhang)

"Artinya siapapun yang melakukan tindak pdiana penodaan agama di Indonesia, baik WNI maupun bukan WNI, tetap kena (hukuman)," tutur Asep.

"Termasuk WNI yang di luar negeri, ketika orang ini berpindah kewarganegaraan tidak menyebabkan kehilangan tindak pidana penodaan agama," tambahnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved