Warta Bisnis
Mata Uang Kripto Makin Ramai, Kali Ini Giliran Dogecoin Siap Melawan Dominasi Bitcoin
Dogecoin yang bersaing dengan Bitcoin bermula dari sebuah lelucon yang dibuat pada 6 Desember 2013 oleh sepasang insinyur piranti lunak
Dodgecoin meraih nilai jual tertinggi pada Jumat (16/4/2021) kemarin. Bayangkan, harga mata uang itu naik dua kali lipat setelah Technoking of Tesla Elon Musk memberi cuitan tentang uang kripto itu untuk kesekian kalinya di laman Twitter-nya.
Alhasil permintaan Dogecoin pun melonjak begitu banyak minggu ini. Akibat permintaan yang melonjak tajam, secara singkat merusak sistem perdagangan cryptocurrency Robinhood.
Sama halnya dengan mata uang kripto lainnya, Dogecoin adalah mata uang digital yang dapat dibeli dan dijual seperti investasi dan dibelanjakan seperti uang.
Namun berbeda dengan Bitcoin yang telah menetapkan 21 juta sebagai jumlah ambang batas dari mata uang digital, Dogecoin memiliki 129 miliar koin yang beredar dan akan terus membuat blok koin baru tersedia untuk ditambang di tiap tahunnya.
Baca juga: Investasi Bodong Seperti Mainan Whack A Mole, Sudah Dipukul Nanti Muncul Lagi
Baca juga: Pesta Judi Bitcoin Mulai Berakhir, Investor Bisa Lirik Investasi di Saham-saham Ini
Karena itulah mengapa nilai 1 Dogecoin saat ini dihargai sekitar tiga sen dan bitcoin bernilai sekitar 62.000 Dollar AS atau setara Rp 900 juta.
Tren mata uang kripto memang semakin diterima sebagai mata uang untuk membeli barang terutama yang sifatnya digital.
Namun, dogecoin tidak banyak digunakan di dunia nyata karena memiliki beberapa pasar khusus, seperti untuk memberi tip kepada seniman online atau karya digital lainnya yang bersifat unik. (Fandi Permana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mata-uang-kripto-dogecoinshutterstock.jpg)