Breaking News:

Kriminalitas

VIDEO Anak Anggota Dewan Diduga Sekap dan Jual Pacarnya yang Masih SMP di Aplikasi MiChat

Komisioner KPAD Kota Bekasi Novrian menjelaskan menemukan fakta baru bahwa korban yang masih duduk di bangku kelas IX SMP juga dijual oleh AT.

Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Komisioner KPAD Kota Bekasi Novrian menjelaskan menemukan fakta baru bahwa korban yang masih duduk di bangku kelas IX SMP juga dijual oleh AT untuk melayani nafsu laki-laki hidung belang. 

Laporan wartawan wartakotalive.tribunnews.com, Rangga Baskoro

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI TIMUR -- Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi menyambangi kos yang jadi lokasi kasus persetubuhan di bawah umur melibatkan anak perempuan bernisial PU (15) dan terduga pelaku AT (21) yang merupakan anak anggota DPRD Kota Bekasi.

Komisioner KPAD Kota Bekasi Novrian menjelaskan menemukan fakta baru bahwa korban yang masih duduk di bangku kelas IX SMP juga dijual oleh AT untuk melayani nafsu laki-laki hidung belang.

"Juga kita menemukan temuan baru, hasil wawancara kita sama korban, ternyata si anak merupakan korban dari traficking, selama beberapa lama anak di sekap di dalam kos-kosan dan dia dijual oleh pelaku," kata Novrian di kawasan Kelurahan Sepanjang Jaya, Bekasi Timur, Senin (19/4/2021).

Pelaku disekap di lantai 2 kamar kos yang disewa oleh terduga pelaku selama 1 bulan, periode Februari-Maret 2021.

Baca juga: Miris, Bocah SMP yang Disetubuhi Anak Anggota Dewan Juga Disekap dan Dijual Seharga Rp 400.000

Baca juga: Anak Anggota DPRD Bekasi yang Setubuhi Bocah SMP Minta Pelapor Cabut Laporan Polisi

Gadis malang tersebut kemudian dijual oleh pacarnya sendiri di aplikasi MiChat yang dikendalikan oleh AT.

"Lewat aplikasi tadi, pengakuan korban pakai MiChat ya. Itu si anak tidak mengoperasika, tapi yang memegang akunnya adalah pelaku, si anak hanya di dalam kamar disuruh melayani orang saja," ucapnya.

Dalam sehari, rata-rata PU dipaksa untuk melayani 4-5 orang laki-laki hidung belang.

Baca juga: Diduga Akibat Disetubuhi Anak Anggota DPRD Bekasi, Siswi SMP Terkena Penyakit Kelamin

Baca juga: Siswi SMP yang Disetubuhi Anak Anggota DPRD Kota Bekasi Terkena Penyakit Kelamin

AT tak segan-segan melakukan kekerasan fisik apabila PU menolak.

AT menarik bayaran kepada pemesan rata-rata sebesar Rp 400 ribu.

Bahkan setelah melayani nafsu birahi orang lain, tak seperse pun PU diberikan uang olehnya.

"Aplikasi MiChat yang pegang si pelaku, dia yang operasikan termasuk negosiasi. Pengakuannya Rp400 ribu. Uangnya dipegang si pelaku. Dia satu bulan di sini disekap. Enggak boleh kemana-mana," ujar Novrian.

Baca juga: Seorang Pria Beristri Diduga Setubuhi dan Aniaya Anak SMP

Sebelumnya, Sebelumnya, LF orang tua PU melaporkan AT ke polisi atas dugaan persetubuhan di bawah umur yang dilakukan kepada anaknya yang masih duduk di bangku kelas IX SMP.

PU diketahui berpacaran dengan AT selama 9 bulan.

Selama menjalani hubungan, PU mengaku sering dipukul dan disetubuhi oleh AT yang diduga merupakan anak seorang anggota DRPD Kota Bekasi. (abs) 

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved