Breaking News:

Persita Tangerang

Leo Soputan Wafat, Bek Kanan Persita Tangerang Muhammad Toha Rasakan Kehilangan yang Sangat Mendalam

Bek kanan Persita Tangerang, Muhammad Toha, sedih kehilangan legenda Pendekar Cisadane, Leo Saputan, yang meninggal di usia 44 tahun..

Penulis: Rafzanjani Simanjorang | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota
Muhammad Toha (kiri) saat bersama Leo Soputan (tengah) dan Rio Ramandika (kanan) 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Duka mendalam menyelimuti tim Persita Tangerang.

Legenda Persita Tangerang, Leo Soputan telah berpulang ke pangkuan yang Maha Kuasa di usia 44 tahun.
Terakhir, almarhum menjabat sebagai asisten pelatih di Sulut United.
Kepergian Leo Soputan untuk selamanya meninggalkan luka yang mendalam pula bagi bek kanan Persita Tangerang, Muhammad Toha.
Bek asal Bontang, Kalimantan Timur, itu tidak menyangka sosok yang telah dianggapnya sebagai abang, telah dipanggil oleh yang Maha Kuasa.
Toha masih mengingat jasa Leo Soputan membekalinya ilmu bermain sepak bola kala tahun 2018.
Saat itu, Leo Soputan menjadi asisten pelatih Persita dan Muhammad Toha sebagai andalan di bek kanan Persita.
"Saya sangat dekat dengan coach Leo. Bahkan, beliau berjasa di karier saya. Memberikan saya masukan positif. Meski beliau tak lagi di Persita, kami tetap komunikasi," ujar bek bernomor punggung 11 ini kepada Warta Kota, Senin (19/4/2021).
Bahkan, Toha menunjukkan tampilan chat terakhirnya dengan Leo Soputan 4 April 2021.
Dalam tampilan tersebut, sosok Leo Soputan mengapresiasi dan mendukung penampilan Muhammad Toha saat berlaga di Piala Menpora.
Ada pun Toha menyebut sosok Leo Soputan adalah sosok tegas dan berhati tulus, bahkan bisa membuat suasana santai (cair).
"Beliau juga sangat peduli dengan saya. Itu yang membuat saya menaruh respek yang tinggi terhadap beliau. Selamat Jalan coach Leo, dan semoga keluarga diberikan ketabahan juga," tutup Toha.

Bebenah Diri

Di sisi lain, Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro, meminta anak asuhnya bebenah diri usai tersingkir dari Piala Menpora 2021.

Juru taktik asal Gresik, Jawa Timur, itu menganggap pemainnya sudah tahu betul  bagaimana persaingan di Liga 1 musim 2021 ke depannya lewat Piala Menpora 2021.

Meski memercayai proses, Widodo meminta anak asuhnya meningkatkan skill individu serta kekuatan fisik.

"Saat ini adalah fase sepak bola modern. Pemain dituntut tak hanya kuat secara fisik selama 90 menit, tetapi bagaimana juga punya kualitas diri," kata Widodo.

"Kami pelatih memberikan metode, mengarahkan mereka sesuai dengan skema permainan. Namun, untuk kemampuan dasar bermain sepak bola itu bukan ranah pelatih lagi, melainkan pemain itu sendiri. Harus diketahui, ini level profesional. Tak mungkin lagi diajari satu per satu," ujar Widodo.

Baca juga: Rekrut Mantan Bek Timnas Indonesia U-23, Pelatih Persita, Widodo Cahyono Putro Sebut Ini

Baca juga: Angkat Koper dari Piala Menpora 2021, Widodo Cahyono Putro Meliburkan Semua Pemain Pendekar Cisadane

Baca juga: Imbang Lawan Bali United, Widodo Cahyono Putro Sebut Pemain Persita Berlaga Sesuai dengan Instruksi

Dengan Liga 1 yang profesional, akan sangat disayangkan jika pemain tidak punya tekad untuk memperbaiki diri khususnya teknik hingga visi bermain.

Pelatih yang akrab disapa WCP itu pun berharap, agar pemain bisa mencerna apa yang diberikan pelatih serta fokus selama pertandingan.

"Inilah tuntutan sepak bola modern. Harus kuat naik turun selama 90 menit. Punya skill dan fisik yang bagus. Tidak bisa lagi hanya kuat bermain 30 menit atau 45 menit," tutur Widodo.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved