Jumat, 8 Mei 2026

Bulan Suci Ramadan

Bolehkah Beri Iming-iming Agar Anak Jalani Puasa? Begini Kata Psikolog Klinis Anak dan Remaja UI

Psikolog dari Klinik Terpadu UI, Andini Sugeng mengatakan, pemberian hadiah merupakan sebuah penyemangat bagi anak untuk menjalankan puasa.

Tayang:
tribunnews
Andini Sugeng, psikolog klinis anak dan remaja dari Klinik Terpadu Universitas Indonesia mengatakan, pemberian hadiah merupakan sebuah penyemangat bagi anak untuk menjalankan puasa. Foto ilustrasi: Selamat Menunaikan Ibadah puasa Ramadan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Mengajarkan ibadah puasa Ramadan sejak dini kepada anak itu tidak bisa instan dan tergesa-gesa.

Seusai dengan tahapan atau periode usia, dibutuhkan kesabaran dan ketekunan orangtua untuk menanamkan nilai-nilai yang terkandung di dalam ibadah puasa kepada anak-anak.

Memberikan iming-iming agar anak bersungguh-sungguh menjalankan puasa Ramadan sebulan penuh diperbolehkan, asalkan hadiahnya tidak berlebihan.

Psikolog klinis anak dan remaja dari Klinik Terpadu Universitas Indonesia (UI), Andini Sugeng, mengatakan, pemberian hadiah merupakan sebuah penyemangat bagi anak untuk menjalankan puasa.

Akan tetapi, hadiah tersebut jangan sampai mengalahkan tujuan utama dari berpuasa yakni beribadah.

Baca juga: Kapolres Jakarta Barat Kenang Ramadan di Bali, Kumandangkan Takbir Idul Fitri saat Umat Hindu Nyepi

Baca juga: Ini Panduan Lengkap Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah yang Dikeluarkan Pemkot Surabaya 

"Boleh enggak apa-apa karena anak-anak ini kan masih di fase konkrit ya, iming-iming ini kan tujuannya untuk semangat tapi harus hati-hati ketika iming-iming ini menjadi tidak sesuai dengan yang dilakukan oleh si anak," ujar Andini kepada ANTARA pada Rabu (14/4/2021).

"Misalnya dari usahanya, iming-imingnya terlalu besar dan nanti malah jadi enggak berharga dan enggak berkesan," kata Andini melanjutkan.

Pemberian hadiah karena berhasil melewati masa 30 hari penuh saat Ramadhan adalah hal yang wajar, bahkan kebiasaan ini sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu.

Akan tetapi, hadiah ini baiknya disesuaikan dengan kebutuhan sang anak, seperti untuk perlengkapan Lebaran atau persiapan menjelang tahun ajaran baru sekolah.

Baca juga: Rizky Billar Kurang Tidur saat Mengisi Acara Sahur dan Buka Puasa Ramadan di Televisi

"Kecil kan kita suka dikasih iming-iming, enggak apa-apa tapi pakai syarat. Misalnya gini, hadiahnya pas Lebaran ya karena dibutuhkan anak itu, entah baju tapi bukan berarti Lebaran harus baju baru," kata Andini.

"Tapi bersamaan juga dengan Lebaran kan mau mendekati tahun ajaran baru, bisa juga disesuaikan dengan itu juga. Yang penting tidak membuat anak pengin puasa karena mau dapat hadiah," imbuh Andini.

Buat anak berpuasa dengan gembira

Sementara itu psikolog dari Klinik Tumbuh Kembang Terpadu Pela 9 Wanda Anastasia Bawono mengatakan, orang tua harus bisa menumbuhkan kegembiraan ketika anak mulai belajar berpuasa supaya puasa menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Baca juga: Pemkot Jakarta Pusat Awasi Ketat Aktivitas Ekonomi selama Bulan Puasa untuk Mencegah Kerumunan

"Puasa bagi anak memang sesuatu yang berat. Melatih anak berpuasa di bulan Ramadhan, memerlukan perhatian ekstra. Namun tujuan utama melatih anak berpuasa adalah agar pada diri anak tumbuh kecintaan terhadap ibadah puasa," kata Wanda Anastasia Bawono dihubungi di Jakarta, Senin (30/6/2014).

Wanda mengatakan, dalam mengajarkan anak berpuasa, kegembiraan menjalankan puasa harus lebih diutamakan daripada keberhasilan secara kuantitas.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved