Breaking News:

LEBARAN 2021

IPOMI: Momen Mudik Lebaran Tak Hanya Soal Keuntungan Uang tapi Ada Sisi Psikologis

IPOMI: Momen Mudik Lebaran Tak Hanya Soal Keuntungan Uang tapi Ada Sisi Psikologis. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Warta Kota/Desy Selviany
Suasana Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (26/3/2021). Perusahaan Otobus Arimbi akan tetap mengaspal di jalan meski pelarangan mudik diberlakukan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan beranggapan, bahwa momen mudik lebaran merupakan momen paling mahal untuk para operator transportasi bus antar kota dan antar provinsi.

Menurutnya, momen mudik lebaran untuk para operator transportasi bus tidak selalu dianggap sebagai waktu untuk mendapatkan keuntungan lebih.

"Mudik lebarang tidak hanya melulu soal pendapatan dan juga uang yang didapatkan, melainkan ada sisi lain yaitu psikologis yang diharapkan pada operator bus," ucap Lesani saat dihubungi Tribunnews, Senin (12/4/2021).

Lesani menjelaskan, sisi psikologis tersebut hadir pada saat operator bus memberikan layanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan dengan salah satu perusahaan penyedia jasa transportasi.

Baca juga: Tambah Konten Ekslusif, Netflix Akan Tayangkan Film Produksi Sony Pictures

"Momen mudik lebaran, menjadi ajang bagi kami untuk berkompetisi dalam memberikan layanan terbaik saat di perjalanan mulai dari waktu hingga fasilitas di dalam bus," ucap Lesani.

Dengan memberikan layanan yang terbaik, lanjut Lesani, disitu terdapat sisi psikologis yang dimana membuat masyarakat kembali menggunakan salah satu bus untuk melakukan perjalanan.

"Kita para operator bus, memikirkan jangka panjang untuk tetap mendapatkan hati masyarakat yang ingin melakukan perjalanan pada setiap momen. Maka dari itu, momen liburan atau lebaran tidak melulu soal uang menurut kami," kata Lesani.

Ia juga mengungkapkan, bahwa pengguna jasa bus tergolong masyarakat menengah ke bawah karena harga setiap perjalanan yang tidak begitu mahal.

"Hal tersebut juga membuat sisi psikologis sangat kami perlukan, untuk membuat para pengguna jasa ini kembali menggunakan layanan kami," kata Lesani.

Meski begitu, saat ini operator bus sepertinya harus menunda ajang kompetisi memberikan pelayanan mereka saat momen libur lebaran. Pasalnya, pemerintah melarang adanya Mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021.

Baca juga: Ingin TMII Berbasis Konsep 4.0, Kemensetneg Buka Kanal Aspirasi Publik

Halaman
123
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved