Minggu, 26 April 2026

Trading

Analis Sebut Iklim Main Forex di Indonesia Belum Kondusif, Beda dengan di Luar Negeri

Ada beberapa perbedaan signifikan main forex di broker luar negeri lebih kondusif dibandingkan Indonesia. 

Editor: Feryanto Hadi
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi Forex 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menyatakan, iklim memainkan transaksi di pasar valuta asing (foreign exchange market/forex) di Indonesia belum kondusif. 

Menurut dia, ini sepenuhnya tanggung jawab Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk membuat kondusif iklim berinvestasi di forex. 

"Setahu saya ini tergantung Bappebti bisa kondusif untuk investor dalam negeri. Forex ini kan alternatif investasi selain properti saham, emas, dan lain-lain," ujarnya saat dihubungi Tribunnews, belum lama ini. 

Baca juga: Beda dengan Saham, Main Forex Dinilai Lebih Berisiko, Begini Penjelasannya

Baca juga: WADUH, Tarif Listrik Bakal Naik di Tengah Pandemi, Segini Rincian Kenaikan Tagihan 900 dan 1.300 VA

Dia mencontohkan, ada beberapa perbedaan signifikan main forex di broker luar negeri lebih kondusif dibandingkan Indonesia. 

"Mudah-mudahan bisa (kondusif nanti). Lalu, margin-nya fleksibel boleh pilih 1:10 (di sini) atau 1:1.000, di luar sudah ada yang 1:1.000, ada mikro akun juga," katanya. 

Kendati demikian, dia menambahkan, broker asing yang sudah terbukti mempermudah dalam bermain forex justru susah untuk ekspansi ke tanah air. 

"Kalau broker asing buka di sini susah. Perbedaannya lagi, broker di luar tidak ada komisi, di sini kepotong pajak, komisi, dan spread, kalau di luar kepotong spread aja," pungkas Nafan.

Lebih berisiko daripada bermain saham

Pada kesempatan terpisah, analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan "bermain" instrumen keuangan forex lebih berisiko dibanding saham. 

Nafan menjelaskan, investasi forex lebih rumit karena ada pilihan beli dan jual sekaligus, beda dengan saham yang utamakan membeli. 

"Untuk forex, kita ambil dua keputusan beli dan jual (kapan). Kalau saham kan biasanya itu beli saja, lebih baik seperti itu (saham)" ujarnya kepada Tribunnews, belum lama ini. 

Baca juga: Tekanan ke IHSG Mungkin Belum Selesai, Bisa Cermati Saham-saham Ini

Kedua, dia menjelaskan, forex sangat likuid, apalagi jika main di mata uang poundsterling (GBP), dolar Amerika Serikat (USD), dan euro (EUR). 

"GBP, USD, EUR per detik akan berubah. Kalau saham tidak terlalu karena volatilitas tinggi," kata Nafan. 

Kendati demikian, dia menambahkan, saat ini mulai bermunculan influencer yang juga memberikan pemahaman dalam investasi forex, sehingga investor dapat belajar mendapatkan keuntungan. 

Baca juga: Soal Jual Saham PT Delta, Sani Minta Anies Baswedan Gelar Coffee Morning untuk Lobi Pimpinan

"Zaman dulu belum ada influencer, sekarang sudah ada di YouTube. Menggandeng Youtuber, mengajarkan begini begitu," pungkasnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved