Breaking News:

Trading

Analis Sebut Iklim Main Forex di Indonesia Belum Kondusif, Beda dengan di Luar Negeri

Ada beberapa perbedaan signifikan main forex di broker luar negeri lebih kondusif dibandingkan Indonesia. 

Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi Forex 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menyatakan, iklim memainkan transaksi di pasar valuta asing (foreign exchange market/forex) di Indonesia belum kondusif. 

Menurut dia, ini sepenuhnya tanggung jawab Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk membuat kondusif iklim berinvestasi di forex. 

"Setahu saya ini tergantung Bappebti bisa kondusif untuk investor dalam negeri. Forex ini kan alternatif investasi selain properti saham, emas, dan lain-lain," ujarnya saat dihubungi Tribunnews, belum lama ini. 

Baca juga: Beda dengan Saham, Main Forex Dinilai Lebih Berisiko, Begini Penjelasannya

Baca juga: WADUH, Tarif Listrik Bakal Naik di Tengah Pandemi, Segini Rincian Kenaikan Tagihan 900 dan 1.300 VA

Dia mencontohkan, ada beberapa perbedaan signifikan main forex di broker luar negeri lebih kondusif dibandingkan Indonesia. 

"Mudah-mudahan bisa (kondusif nanti). Lalu, margin-nya fleksibel boleh pilih 1:10 (di sini) atau 1:1.000, di luar sudah ada yang 1:1.000, ada mikro akun juga," katanya. 

Kendati demikian, dia menambahkan, broker asing yang sudah terbukti mempermudah dalam bermain forex justru susah untuk ekspansi ke tanah air. 

"Kalau broker asing buka di sini susah. Perbedaannya lagi, broker di luar tidak ada komisi, di sini kepotong pajak, komisi, dan spread, kalau di luar kepotong spread aja," pungkas Nafan.

Lebih berisiko daripada bermain saham

Pada kesempatan terpisah, analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan "bermain" instrumen keuangan forex lebih berisiko dibanding saham. 

Nafan menjelaskan, investasi forex lebih rumit karena ada pilihan beli dan jual sekaligus, beda dengan saham yang utamakan membeli. 

Halaman
123
Penulis:
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved