Bulan Suci Ramadan

Kemenag: Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 2021 Tak Berlaku di Zona Oranye dan Zona Merah

Kemenag menyatakan, panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri yang sebelumnya telah dirilis tak berlaku untuk wilayah zona orange dan zona merah Covid-19.

kemenag.go.id
Kementerian Agama menyatakan, panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri yang sebelumnya telah dirilis tak berlaku untuk wilayah yang dikategorikan sebagai zona oranye dan merah penularan Covid-19. Foto dok: Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menerbitkan panduan ibadah di bulan suci Ramadan dan pelaksanaan ibadah saat Idul Fitri 2021.

Kementerian Agama menyatakan, panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri yang sebelumnya telah dirilis tak berlaku untuk wilayah yang dikategorikan sebagai zona oranye dan merah penularan Covid-19.

Panduan ibadah itu memuat diizinkannya kegiatan buka puasa bersama, salat berjamaah (salat fardu, tarawih, dan witir), tadarus Alquran, serta iktikaf, dengan jumlah kehadiran maksimal 50 persen dari kapasitas masjid atau musala.

Video: Jelang Bulan Suci Ramadan, Petugas Sidak Kamar Warbin Lapas Salemba Jakarta

"Menteri Agama sudah menerbitkan edaran panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H," ujar Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (9/4/2021).

Namun, edaran itu tidak berlaku untuk daerah yang masuk zona merah dan oranye berdasarkan ketetapan Satgas Covid-19 setempat.

Sementara kriteria zona diklasifikasikan dalam, hijau (tidak terdampak), kuning (risiko rendah), oranye (risiko sedang), dan merah (risiko tinggi), sesuai dengan ketetapan Satgas Penanganan Covid-19.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah DKI Jakarta Selama Satu Bulan Penuh Puasa Ramadan 2021, Lengkap dengan Jadwal Salat

Baca juga: Pemkot Jakarta Pusat Sidak ke Pasar Moderen dan Pasar Tradisional Menjelang Bulan Ramadan

"Edaran panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri bisa diberlakukan pada wilayah yang masuk zona hijau dan kuning," kata dia

Kamaruddin mengatakan surat edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19.

Secara rinci, berikut ketentuan Surat Edaran Menag terkait panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H.

Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid/musala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman satu meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing.

Baca juga: Jelang Ramadan, Bupati Bogor Ade Yasin Bagikan Sembako Bagi Warga Tak Mampu di Zona Rawan Pangan

Sementara acara pengajian, ceramah, taushiyah, kultum Ramadan dan Kuliah Subuh, dibatasi paling lama dengan durasi waktu 15 menit.

Peringatan Nuzulul Quran di masjid/musala pun mesti dilaksanakan dengan pembatasan jumlah jemaah paling banyak 50 persen.

Dalam hal kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan.

Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memerhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Baca juga: Alhamdulillah, Sambut Ramadan, Masjid Istiqlal Kembali Dibuka untuk Masyarakat Umum, Meski Dibatasi

Kecuali jika perkembangan Covid-19 semakin negatif (mengalami peningkatan) berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing. (Antaranews)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved