Bursa Saham
Beda dengan Saham, Main Forex Dinilai Lebih Berisiko, Begini Penjelasannya
Saat ini mulai bermunculan influencer yang juga memberikan pemahaman dalam investasi forex, sehingga investor dapat belajar mendapatkan keuntungan.
Dipaparkan lebih lanjut, berinvestasi saham memang bisa mendapatkan keuntungan tinggi dibanding instrumen lainnya, tapi ada juga risikonya yakni ketika harga mengalami penurunan.
Ketika harga saham sedang turun maka ada dua pilihan, yakni menjualnya dalam posisi rugi atau cutloss dan tetap bertahan dengan harapan bisa naik harganya atau hold.
Ariston Tjendra menyarankan, agar investor khususnya pemula bisa masuk ke saham blue chip agar tidak pusing cutloss atau hold ketika harga turun karena dukungan fundamental bagus dan harga cenderung stabil.
"Bisa melakukan cut loss atau wait and see atau averaging. Untuk investor pemula, diusahakan hanya masuk ke saham blue chip karena harga saham ini relatif lebih stabil," ujarnya
Alasan beli
Peneliti senior sekaligus ekonom Poltak Hotradero menambahkan, jika investor mengalami floating loss, coba dipikirkan kembali dulu alasan beli sahamnya.
Menurut dia, jika alasannya karena fundamental perusahaan terbuka itu bagus, bisa tetap hold untuk jangka panjang.
"Beli sahamnya karena apa? Kalau berdasarkan analisis laporan keuangan dan emitennya memang tetap bertumbuh pendapatan dan labanya maka biarkan saja. Tetap hold. Kecuali tiba-tiba terjadi perubahan signifikan pada laporan keuangan," tandasnya
Yanuar Riezqi Yovanda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-forex.jpg)