Breaking News:

Berita Bekasi

Pemkot Bekasi Pastikan Mantan Pemain Timnas Terlibat Penipuan Bukan TKK Maupun PNS di Lingkungannya

Pemkot Bekasi memastikan mantan pemain timnas yang terlibat penipuan bukanlah pegawai negeri sipil maupun tenaga kerja kontrak di lingkungannya.

Warta Kota
Ilustrasi Penipuan 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Fakta baru mengejutkan muncul dari kasus penipuan yang melibatkan seorang mantan bek timnas Indonesia era 96'an, Nuralim.

Nuralim bersama dengan seorang dengan inisial RS dilaporkan oleh Ajie Fadillah ke Polres Kota Bekasi karena dianggap telah menipu.

Adjie merasa tertipu karena sebelumnya dijanjikan dapat bekerja sebagai pegawai Pemkot Bekasi dengan menyetor puluhan juta rupiah.

Baca juga: 4 Korban Dukun Pengganda Uang di Bekasi Laporkan Dugaan Kasus Penipuan ke Polisi

Namun hingga saat ini apa yang dijanjikan tak kunjung menjadi nyata.

Nuralim disebut-sebut bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Namun hal ini dibantah Sekretaris Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Bekasi Sugiono , Rabu (7/4/2021). 

Baca juga: Mantan Pemain Timnas Sepakbola Diduga Tipu Warga, Janjikan Kerja Jadi TKK Pemkot Bekasi

Kepada Warta Kota ia menegaskan, Nuralim bukanlah bagian dari aparatur Pemerintah Kota Bekasi, baik sebagai tenaga kerja kontrak (TKK) maupun PNS.

"Terkait dengan berita yang sedang viral saat ini, saya sudah melakukan pengecekan data-data pegawai sejak kemarin, namun status yang bersangkutan (NA) tidak terdaftar baik sebagai TKK maupun PNS di Pemerintah Kota Bekasi saat ini," tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya tidak membuka penerimaan TKK pada tahun ini dan berharap masyarakat Kota Bekasi tidak mudah tergiur tawaran untuk bekerja di Pemkot Bekasi.

Penerimaan TKK hanya dilakukan jika ada permintaan dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan selalu diinformasikan secara terbuka kepada masyarakat. 

"Masyarakat dapat mengetahui informasi apapun yang berkaitan dengan aktivitas Pemkot di website kami (bekasikota.go.id), kami juga aktif di Instagram, Twitter, bahkan Facebook. Jadi informasi terbuka disitu. Jikalau penerimaan TKK ada, semua juga transparan dan tidak dipungut biaya. Masyarakat mesti tahu dan jangan mudah tergoda dengan cara konvensional seperti itu," paparnya.

Baca juga: Jumlah RT Zona Hijau Diklaim Capai 96 Persen, Pemkot Bekasi Perbolehkan Salat Tarawih di Masjid

Adapun dugaan penipuan yang melibatkan nama Nuralim berawal pada September 2019 lalu. 

Korban menanyakan lowongan pekerjaan kepada RS dan RS meyakinkan korban dengan janji dapat membantu namun tidak gratis.

Korban harus merogoh kocek Rp 35 juta sebagai uang muka.

Komunikasi berlanjut, RS menjanjikan korban bisa diterima melalui seseorang yang berinisial NA (Nuralim) yang merupakan pegawai di lingkungan Pemkot Bekasi.

Namun hingga saat ini Ajie tak kunjung mendapat apa yang telah dijanjikan sehingga memutuskan melaporkan keduanya ke polisi.

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved