Berita Bekasi

Mantan Pemain Timnas Sepakbola Diduga Tipu Warga, Janjikan Kerja Jadi TKK Pemkot Bekasi

Seorang warga Bekasi Timur bernama Ajie Fadillah mengaku menjadi korban penipuan yang diduga dilakukan mantan pemain timnas sepakbola.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Intan Ungaling Dian
Warta Kota/Muhammad Azzam
Ilustrasi ratusan guru dan tenaga kerja kontrak (GTKK) berunjuk rasa di depan Kantor Walikota Bekasi, Jumat (29/11/2019). Seorang warga Kota Bekasi mengaku telah ditipu oleh dua oknum TKK yang menjanjikan pekerjaan jika menyetor uang Rp 50 juta. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI TIMUR - Seorang warga Bekasi Timur bernama Ajie Fadillah mengaku menjadi korban penipuan. 

Pelaku penipun itu diduga dilakukan oleh mantan pemain timnas sepakbola berinisial NA dan temannya RS.

Ajie Fadillah mengatakan, dua orang itu juga berstatus sebagai pegawai Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Kedua terduga pelaku menjanjikan korban untuk menjadi pegawai TKK.

Kasus dugaan penipuan bermula pada saat Ajie Fadillah meminta info lowongan kerja kepada RS lantaran pada saat itu  sedang membutuhkan pekerjaan. 

RS yang bekerja sebagai pegawai di lingkungan Pemkot Bekasi memberikan informasi kepada Ajie bahwa dia mampu memasukkannya sebagai pegawai TKK di salah satu dinas.

Baca juga: MUI Kota Bekasi Anjurkan Anggota DKM Masjid Gabung dengan Satgas Covid-19 tingkat RW

Baca juga: Jumlah RT Zona Hijau Diklaim Capai 96 Persen, Pemkot Bekasi Perbolehkan Salat Tarawih di Masjid

Lalu RS menjanjikan Ajie bisa diterima menjadi TKK melalui bantuan seseorang yang bernama NA.

NA itu diketahui sebagai mantan pemain sepakbola tim nasional (timnas) yang kini bekerja di lingkungan Pemkot Bekasi.

Namun, RS meminta sejumlah uang kepada Ajie untuk bisa dijamin lolos sebagai TKK.

"Dia minta Rp 50 juta, tapi saya kasih Rp 35 juta dulu, jadi sisanya saya lunasi setelah saya sudah jadi TKK di sana dan mereka pun setuju," kata Ajie saat dikonfirmasi, Senin (5/4/2021).

Kemudian, ayah Ajie yang bernama Sudjono menumui RS dan NA dan menyerahkan sejumlah uang tersebut kepada mereka pada Selasa 1 September 2019 silam.

Pada Maret 2020 Ajie yang menunggu kepastian dirinya bisa lolos menjadi TKK itu akhirnya bertanya kepada RS.

Baca juga: Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi Janji Siapkan MoU Revitalisasi Pasar Sukatani yang Rusak dan Bau

Baca juga: Fokus Ujian Sekolah, Siswa Kelas IX SMPN 2 Bekasi Besok Tak Ikut Belajar Tatap Muka

Namun, RS mengatakan belum bisa membantunya lantaran pada bulan tersebut Pemkot Bekasi tengah disibukkan dengan penanganan pandemi Covid-19.

Padahal, Adjie mengaku telah menyetor uang sebanyak Rp 35 juta kepada RS.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved