Jumat, 24 April 2026

Kesehatan

Keharmonisan Keluarga Kunci Hadapi Stres dan Kecemasan Ibu saat Pandemi Covid-19

Studi dari UN Women menyatakan, 57 persen wanita mengalami peningkatan stres dan kecemasan saat pandemi virus corona.

Penulis: LilisSetyaningsih |
Fortune
Ilustrasi ibu bekerja di rumah sambil mengasuh anak. Saat pandemi virus corona, peran ibu di rumah menjadi semakin banyak. Akibatnya, banyak ibu di rumah mengalami stres. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pandemi virus corona atau Covid-19  telah membawa perubahan dramatis pada kehidupan hampir semua orang.

Tak terkecuali bagi sosok perempuan atau ibu di rumah.

Pandemi Covid-19 menjadikan peran ibu kian penting.

Mulai dari menjadi garda terdepan penjaga kesehatan keluarga, pengelola keuangan.

Selain itu, ibu juga memastikan pertumbuhan dan proses pembelajaran anak tetap berjalan baik.

Namun, banyak peran yang dilakukan para ibu di rumah membuat mereka stres.

Studi dari UN Women menyatakan, 57 persen wanita mengalami peningkatan stres dan kecemasan saat pandemi virus corona.

Mereka stres akibat bertambahnya beban mengurus keluarga dan  pekerjaan rumah tangga, serta permasalahan ekonomi.

Belum lagi ditambah berbagai ketidakpastian yang masih menghantui, seperti kapan pandemi berakhir? kapan sekolah kembali dibuka? bagaimana situasi ekonomi ke depan?

Baca juga: Main Catur Jadi Terapi Atasi Stres dan Depresi, Bisa Relaksasi dan Melepas Beban Sementara Waktu

Salah satu ibu sekaligus artis Kimberly Ryder mengatakan, saat pandemi perempuan harus mencintai diri sendiri.

Menurut Kimberly, peran support system sangat besar membantu ibu mewujudkan kebahagiaannya.

Sistem pendukung itu sekaligus membuat ibu menjadi lebih tangguh dalam menghadapi segala tantangan.

"Beruntung saya memiliki pasangan yang tak hanya setia mendampingi, namun terus meluangkan waktu memberikan dukungan, terutama di saat kami baru memiliki buah hati pertama kami," katanya.

Dia dan sang suami harus melakukan semua hal di negara lain tanpa bantuan keluarga.

"Belum lagi ketika saya harus melakukan persalinan anak kedua kami di tengah pandemi. Kecemasan tentu ada," katanya.

Kimberly mengatakannya saat acara #MYBABYMomversity2021 dengan tema Smart Parenting in Uncertain World, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Agar Tidak Stres, Investasi Saham Harus Pakai Dana Dingin

Meski begitu, dukungan orang-orang terdekat dan belajar menerima situasi melalui pola pikir yang positif, membuat dia dan keluarganya bisa melewati kesulitan secara muda.

Ahli gizi Alvin Hartanto mengatakan, selain bahagia, untuk menjadi tangguh saat pandemi Covid-19 berkepanjangan ini, ibu dan keluarga harus terjaga kesehatannya. 

Menjaga kesehatan mulai dari dalam, seperti memastikan kebutuhan harian nutrisi tubuh amat penting.

Ada tiga faktor utama yang perlu diperhatikan untuk memenuhi gizi seimbang yaitu kenali kondisi tubuh.

Pahami kandungan gizi dari asupan makanan yang dikonsumsi dan penerapan pola makan tepat.

Makanan sehat tidak harus mahal dan melewati proses pengolahan rumit.

Nutrisi, vitamin, dan mineral tepat bisa didapatkan dari bahan makanan sederhana yang diolah dengan cara dan takaran tepat.

Menerapkan pola makan sesuai  kebutuhan diperlukan sehingga tidak menimbulkan risiko dan berbahaya bagi tubuh.

Selain kesehatan, masalah keuangan saat masa pandemi merupakan tantangan yang harus dihadapi ibu sebagai pengelola keuangan keluarga. 

Baca juga: Peran Ganda Ibu saat Pandemi Virus Corona Bisa Picu Burnout Stres Tingkat 2, Begini Cara Mengatasi

Prita Ghozie-perencana keuangan-mengatakan, saat situasi ekonomi tak menentu, masyarakat harus mengetahui bagaimana cara bertahan.

Ibu tetap harus bisa berkarya dan tahu cara menghasilkan uang dengan menggali kemampuan yang dimiliki.

Seperti memasak dan menjualnya dengan memanfaatkan media sosial.

Setelah itu, ibu bisa melakukan perencanaan anggaran untuk keluarga, penyesuaian gaya hidup dan menjaga pos-pos pengeluaran berdasarkan skala prioritas.

Jika masih ada dana tersisa, maka sebaiknya sebagian disisihkan sebagai tambahan dana darurat dan dana kesehatan.

Dana darurat bisa membantu meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga, dan dana kesehatan dapat mencegah dana darurat tergerus oleh biaya berobat.

 “Tak ada kata terlambat. Yang harus mulai dilakukan oleh ibu adalah menyusun rencana keuangan yang baik dan mengetahui komposisi yang tepat, serta disiplin dalam penerapannya," katanya. 

Baca juga: Bella Shofie Stres Saat Kelola Bisnis Busana Akibat Pandemi, Ini yang Membuatnya Bisa Semangat Lagi

Psikolog Tiara Puspita M Psi mengatakan, ibu kerap kali harus bersentuhan dengan berbagai macam tantangan, bahkan sebelum pandemi melanda.

Kekhawatiran kesejahteraan anak, kurang istirahat, tidak cukup 'Me Time', serta berbagai permasalahan yang ibu hadapi saat pandemi jelas membuat ibu semakin kewalahan.

Kemampuan menyadari pikiran, emosi dan mengenali kemampuan fisik dan mental pada momen pandemi ini menjadi kunci agar ibu mampu beradaptasi.

Jika memiliki kemampuan itu, ibu bisa fokus dan mengendalikan situasi, bukan memikirkan hal-hal tidak pasti.

Tiara mengatakan, ada 3 hal yang dapat ibu lakukan agar bangkit dari situasi krisis  dan tangguh menjalani perannya selama masa menantang ini:

1.  Self-care

Ibu dapat mengurangi rasa stres dan cemas dengan lebih peduli terhadap dirinya.

Selain memanjakan diri, ibu bisa melakukan meditasi untuk membuat tubuh lebih rileks dan mendapatkan kembali fokus.

Menempatkan kondisi fisik dan emosional sebagai prioritas, mampu membantu ibu mencapai kebahagiaan dan kesehatan optimal untuk dirinya dan keluarga

2. Ciptakan keharmonisan keluarga

Ketika ibu mencontohkan hubungan penuh kasih dengan ayah dan anak-anak, mereka akan merasa lebih aman dan dicintai.

Bahasa positif, aktif mendengarkan, dan empati bukan saja membantu menciptakan lingkungan keluarga damai dan bahagia pada saat-saat stres seperti sekarang.

Namun juga dapat mempermudah ibu dalam melakukan pembagian tugas dengan seluruh anggota keluarga.

3. Latih diri untuk menerima situasi

Baik situasi yang dapat diubah dan dikendalikan maupun tidak.

Sadari bahwa ibu tidak harus selalu sempurna.

Memahami batasan antara kedua hal tersebut, ibu dapat mengarahkan energinya secara lebih efektif dan optimal pada hal-hal  yang dapat dikendalikannya.

Penerimaan dapat membantu ibu untuk lebih mampu menerima diri sendiri dengan kelebihan dan kekurangan.

Dapat membantu memaksimalkan kualitas self-care dan me-time yang dilakukan untuk dirinya sendiri. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved