Breaking News:

Investasi

Agar Tidak Stres, Investasi Saham Harus Pakai Dana Dingin

Investor sebisa mungkin pantang untuk memakai dana panas berupa pinjaman ketika berinvestasi saham. 

thinkstockphotos
ILUSTRASI Investasi saham. Salah satu tips investasi saham adalah tidak menggunakan dana pinjaman. 

"Lebih baik investor pemula bertransaksi saham bukan karena ikut-ikutan, tapi mendasarkan transaksinya dengan analisa sendiri..."

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Analis pasar keuangan Ariston Tjendra menilai investor saham harus menyiapkan dana dingin biar tidak berujung setres dan melakukan hal yang tidak seharusnya. 

Menurut dia, investor sebisa mungkin pantang untuk memakai dana panas berupa pinjaman ketika berinvestasi saham

"Artinya dana yang tidak dipakai untuk operasional harian atau kebutuhan lainnya. Tidak boleh dana pinjaman, sehingga bila terjadi kerugian, tidak setres," ujarnya, Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Aturan PPnBM Nol Persen Mobil Hingga 2.500 CC Berlaku April 2021, Berikut Ini Penjelasan Sri Mulyani

Selain itu, lanjutnya, investor harus menyadari bahwa investasi di pasar saham itu memiliki risiko kerugian kapanpun. 

Maka, investor harus mengedukasi diri sendiri dengan berbagai pengetahuan soal cara atau strategi trading dan manajemen risiko. 

"Lebih baik investor pemula bertransaksi saham bukan karena ikut-ikutan, tapi mendasarkan transaksinya dengan analisa sendiri, sehingga bila harga saham yang dipilih berbalik turun, investor sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi hal tersebut," papar Ariston.

Baca juga: Gaikindo Sambut Baik Rencana Perluasan Diskon PPnBM ke Mobil 2.500 cc

Baca juga: Daihatsu Optimis Relaksasi PPnBM Bakal Beri Dampak Positif ke Penjualan Mobil hingga Akhir 2021

Cutloss atau Hold?

Dipaparkan lebih lanjut, berinvestasi saham memang bisa mendapatkan keuntungan tinggi dibanding instrumen lainnya, tapi ada juga risikonya yakni ketika harga mengalami penurunan. 

Ketika harga saham sedang turun maka ada dua pilihan, yakni menjualnya dalam posisi rugi atau cutloss dan tetap bertahan dengan harapan bisa naik harganya atau hold. 

Ariston Tjendra menyarankan, agar investor khususnya pemula bisa masuk ke saham blue chip agar tidak pusing cutloss atau hold ketika harga turun karena dukungan fundamental bagus dan harga cenderung stabil. 

"Bisa melakukan cut loss atau wait and see atau averaging. Untuk investor pemula, diusahakan hanya masuk ke saham blue chip karena harga saham ini relatif lebih stabil," ujarnya.

Alasan beli

Peneliti senior sekaligus ekonom Poltak Hotradero menambahkan, jika investor mengalami floating loss, coba dipikirkan kembali dulu alasan beli sahamnya. 

Menurut dia, jika alasannya karena fundamental perusahaan terbuka itu bagus, bisa tetap hold untuk jangka panjang. 

"Beli sahamnya karena apa? Kalau berdasarkan analisis laporan keuangan dan emitennya memang tetap bertumbuh pendapatan dan labanya maka biarkan saja. Tetap hold. Kecuali tiba-tiba terjadi perubahan signifikan pada laporan keuangan," tandasnya. (Tribunnews/Yanuar Riezqi Yovanda)

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved