Jumat, 12 Juni 2026

Wujud Kontribusi Lestarikan Lingkungan, MSIG Indonesia Dukung Toyota EV Smart Mobility Project

Dukungan ini diberikan karena MSIG Indonesia memahami adanya keselarasan antara Toyota EV Smart Mobility dengan misi yang diemban MSIG.

Tayang:
ISTIMEWA
MSIG Indonesia mendukung peluncuran Toyota EV Smart Mobility Project di Nusa Dua, Bali, Rabu (31/3/2021). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - MSIG Indonesia mendukung peluncuran Toyota EV Smart Mobility Project di Nusa Dua, Bali, Rabu (31/3/2021).

Dukungan ini diberikan karena MSIG Indonesia memahami adanya keselarasan antara Toyota EV Smart Mobility dengan misi yang diemban MSIG.

Yakni, berkontribusi dalam perkembangan masyarakat yang dinamis, dan membantu memastikan masa depan yang sehat bagi bumi dan keanekaragaman hayati, demi masa depan yang berkelanjutan (sustainable).

Baca juga: JADWAL Lengkap dan Link Live Streaming Misa Kamis Putih 1 April 2021 di Jakarta dan Sekitarnya

Misi ini yang menjadi dasar bagi MSIG Asia, perusahaan induk MSIG Indonesia, untuk secara aktif berpartisipasi dalam upaya-upaya perlindungan keanekaragaman hayati secara nasional dan regional.

Sebagai perusahaan penyedia asuransi umum yang telah beroperasi selama 45 tahun di Indonesia, MSIG Indonesia memiliki sejumlah pilihan produk asuransi umum yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, baik kebutuhan komersial maupun personal.

Beberapa kebutuhan asuransi personal yang disediakan adalah Asuransi Perjalanan, Asuransi Kecelakaan Diri, Asuransi Homeshield, Asuransi Ladies Car Protection, dan Asuransi Kendaraan Bermotor.

Baca juga: JADWAL Lengkap dan Link Live Streaming Ibadah Jumat Agung 2 April 2021 di Jakarta dan Sekitarnya

Hingga kini, Asuransi Kendaraan Bemotor MSIG tidak hanya memberikan jaminan bagi pemilik mobil berbahan bakar fosil, namun juga mobil listrik di Indonesia.

"Hal ini tentunya akan membuat masyarakat semakin optimis bahwa mobil listrik bisa menjadi alternatif kendaraan yang aman dan ramah lingkungan," kata Bernardus P Wanandi, Wakil Presiden Direktur PT Asuransi MSIG Indonesia, lewat keterangan tertulis, Kamis (1/4/2021).

Wanandi juga menyampaikan apresiasinya terhadap inisiasi Toyota atas peluncuran Toyota EV Smart Mobility Project, dan siap mendukung setiap kegiatan yang terkait di dalamnya, guna menyukseskan proyek luar biasa ini.

Baca juga: Pernyataan Lengkap Kapolri Soal Aksi Teror di Mabes Polri: Pelaku Lone Wolf Berideologi Radikal ISIS

“Kami sangat bangga dapat berpartispasi dalam peluncuran Toyota EV Smart Mobility Project, dan siap mendukung kegiatan ini ke depannya."

"Kami yakin proyek ini mampu menyuntikkan semangat di tengah melemahnya ekonomi Indonesia untuk terus bangkit, tanpa melupakan etika lingkungan dalam implementasinya."

"Kami juga mendukung pemilihan Nusa Dua, Bali sebagai lokasi peluncuran proyek ini."

Baca juga: Jokowi: Tidak Ada Tempat Bagi Terorisme di Tanah Air

"Karena tentunya hal ini akan membantu sektor pariwisata Bali yang terpuruk akibat pandemi,” tuturnya.

Dikutip dari siaran pers pelaksanaan Toyota EV Smart Mobility, Susumu Matsuda, Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) menyatakan, ke depannya Toyota tidak hanya akan menyediakan alat transportasi.

Lebih dari itu, mereka juga ingin dapat memenuhi semua kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang beragam.

Baca juga: Pemerintah Tolak Sahkan Hasil KLB Partai Demokrat, Relawan Jokowi: AHY Harusnya Malu dan Minta Maaf

Termasuk, kebutuhan untuk meningkatkan kualitas hidup serta melestarikan lingkungan di sekitarnya.

Mobil listrik merupakan kendaraan ‘masa depan’ yang bisa menjadi salah satu solusi untuk menyelamatkan bumi.

Demi mendukung perkembangan industri mobil listrik, sejak 5 tahun yang lalu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian telah mendorong perusahaan otomotif memproduksi kendaraan low cost green car (LCGC) bertenaga listrik.

Baca juga: Zakiah Aini Tak Kunjung Pulang Sejak Pagi dan Tidak Kasih Kabar, Keluarga Sempat Ingin Lapor Polisi

Karena, mobil listrik diharapkan mampu membantu menurunkan kadar emisi yang dihasilkan dari sektor transportasi.

Beberapa kebijakan terkait ‘mobil masa depan’ ini telah disiapkan.

Seperti, bea balik nama nol persen untuk kendaraan listrik, dan uang muka nol persen untuk kendaraan listrik, maupun pembebasan pengenaan PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah) untuk mobil listrik tipe plug-in hybrid electric vehicles, dan battery electric vehicles.

Baca juga: Politikus PDIP: Operasi Deradikalisasi Gagal, Padahal Anggarannya Triliunan Rupiah

Sementara, guna menyiapkan ekosistem kendaraan listrik secara masif di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan regulasi konversi sepeda motor konvensional menjadi berbasis baterai.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 65 Tahun 2020 tentang Konversi Sepeda Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.

Indonesia merupakan salah satu negara yang turut menandatangani The Paris Agreement, sebuah perjanjian dalam Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-bangsa mengenai mitigasi emisi gas rumah kaca, adaptasi, dan keuangan.

Baca juga: Mengapa Zakiah Aini Bisa Lolos Pemeriksaan Sebelum Beraksi di Mabes? Ini Penjelasan Polri

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam amanat UU 16/2016 tentang Pengesahan The Paris Agreement.

Sektor energi keseluruhan ditargetkan mampu menurunkan emisi sebesar 314-398 juta ton Co2 pada 2030, melalui program energi terbarukan, efisiensi energi, konservasi energi, dan penerapan teknologi energi bersih.

Tentunya dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk swasta, dalam mewujudkan capaian sustainability dan green economy yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia.

Baca juga: Zakiah Aini Sempat Pamit di Grup WhatsApp Keluarga Sebelum Tebar Teror, Ayah Tak Sempat Mencegah

"Oleh karena itu, kami meyakini partisipasi kami dalam kehadiran Toyota EV Smart Mobilitiy ini menjadi kesempatan yang tepat untuk berkontribusi."

"Tidak hanya bagi pelestarian alam, namun juga mendorong pariwisata yang berbasis nature and culture, khususnya di tengah depresiasi ekonomi akibat pandemi Covid-19," ucap Wanandi. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved