Jumat, 12 Juni 2026

Wujud Kontribusi Lestarikan Lingkungan, MSIG Indonesia Dukung Toyota EV Smart Mobility Project

Dukungan ini diberikan karena MSIG Indonesia memahami adanya keselarasan antara Toyota EV Smart Mobility dengan misi yang diemban MSIG.

Tayang:
ISTIMEWA
MSIG Indonesia mendukung peluncuran Toyota EV Smart Mobility Project di Nusa Dua, Bali, Rabu (31/3/2021). 

Termasuk, kebutuhan untuk meningkatkan kualitas hidup serta melestarikan lingkungan di sekitarnya.

Mobil listrik merupakan kendaraan ‘masa depan’ yang bisa menjadi salah satu solusi untuk menyelamatkan bumi.

Demi mendukung perkembangan industri mobil listrik, sejak 5 tahun yang lalu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian telah mendorong perusahaan otomotif memproduksi kendaraan low cost green car (LCGC) bertenaga listrik.

Baca juga: Zakiah Aini Tak Kunjung Pulang Sejak Pagi dan Tidak Kasih Kabar, Keluarga Sempat Ingin Lapor Polisi

Karena, mobil listrik diharapkan mampu membantu menurunkan kadar emisi yang dihasilkan dari sektor transportasi.

Beberapa kebijakan terkait ‘mobil masa depan’ ini telah disiapkan.

Seperti, bea balik nama nol persen untuk kendaraan listrik, dan uang muka nol persen untuk kendaraan listrik, maupun pembebasan pengenaan PPnBM (pajak penjualan atas barang mewah) untuk mobil listrik tipe plug-in hybrid electric vehicles, dan battery electric vehicles.

Baca juga: Politikus PDIP: Operasi Deradikalisasi Gagal, Padahal Anggarannya Triliunan Rupiah

Sementara, guna menyiapkan ekosistem kendaraan listrik secara masif di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan regulasi konversi sepeda motor konvensional menjadi berbasis baterai.

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 65 Tahun 2020 tentang Konversi Sepeda Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.

Indonesia merupakan salah satu negara yang turut menandatangani The Paris Agreement, sebuah perjanjian dalam Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-bangsa mengenai mitigasi emisi gas rumah kaca, adaptasi, dan keuangan.

Baca juga: Mengapa Zakiah Aini Bisa Lolos Pemeriksaan Sebelum Beraksi di Mabes? Ini Penjelasan Polri

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam amanat UU 16/2016 tentang Pengesahan The Paris Agreement.

Sektor energi keseluruhan ditargetkan mampu menurunkan emisi sebesar 314-398 juta ton Co2 pada 2030, melalui program energi terbarukan, efisiensi energi, konservasi energi, dan penerapan teknologi energi bersih.

Tentunya dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk swasta, dalam mewujudkan capaian sustainability dan green economy yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia.

Baca juga: Zakiah Aini Sempat Pamit di Grup WhatsApp Keluarga Sebelum Tebar Teror, Ayah Tak Sempat Mencegah

"Oleh karena itu, kami meyakini partisipasi kami dalam kehadiran Toyota EV Smart Mobilitiy ini menjadi kesempatan yang tepat untuk berkontribusi."

"Tidak hanya bagi pelestarian alam, namun juga mendorong pariwisata yang berbasis nature and culture, khususnya di tengah depresiasi ekonomi akibat pandemi Covid-19," ucap Wanandi. (*)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved