Vaksinasi Covid19

Polisi Sebut Hoaks Soal Beredar Informasi Pria Tewas di Kembangan Usai Vaksin Covid-19

Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Niko Purba membantah adanya warga yang tewas usai divaksin Covid-19.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Desy Selviany
Tempat kejadian perkara (TKP) pria tewas mendadak di Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (1/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Niko Purba membantah adanya warga yang tewas usai divaksin Covid-19.

Dipastikan kata Niko informasi yang sempat viral itu merupakan hoaks.

Hal itu dikatakan Niko usai beredar masif informasi di instagram seorang pria tewas usai divaksin di Jalan Penyelesaian Tomang IV, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Informasi itu dipastikan hoaks kata Niko.

Niko membenarkan bahwa ada pria tewas di kawasan tersebut.

Namun kata Niko, dari informasi yang mereka terima, pria itu bukan tewas karena vaksin.

Baca juga: Dapat Jatah 5.870 Vial Vaksin Covid-19, Pemkot Depok Prioritaskan Vaksinasi ASN hingga Lansia

Baca juga: Banyak Lansia di Kabupaten Bekasi Tak Mau Vaksin Covid-19, Dinkes akan Jemput Bola

"Iya memang ada pria inisial RP tewas di Jalan Penyelesaian Tomang IV. Tapi bukan tewas usai divaksin melainkan saat beli nasi padang," ujarnya dikonfirmasi Kamis (1/4/2021).

Niko mengatakan, pihak polisi juga sudah menghubungi keluarga korban.

Hasilnya jelas Niko, korban sama sekali belum mendapatkan vaksin.

Sebab, korban juga baru berusia 47 tahun sehingga belum menerima jatah vaksin yang sampai saat ini masih diperuntukan bagi lansia dan kelompok pelayanan publik terbatas.

Kemungkinan kata Niko, korban tewas karena serangan jantung.

Sebab sehari sebelum korban tewas, RP sempat pergi keluar kota dan begadang.

Baca juga: Kemenkes: Stok Vaksin Covid-19 untuk Bulan April Masih Tersedia

Baca juga: Dinkes Targetkan 171.000 Lansia di Kota Bekasi Menjadi Sasaran Vaksin Covid-19, Kabid P2P: Bertahap

"Keluarga korban juga membenarkan bahwa RP memiliki riwayat penyakit jantung. Sehingga kemungkinan saat beli nasi padang, korban terkena serangan jantung," bebernya.

Sampai pukul 12.00 WIB, korban sudah dibawa ke kontrakannya.

Rencananya polisi masih akan memeriksa keluarga korban dan memproses administrasi penyerahan jenazah.

Niko juga menyayangkan informasi hoaks yang beredar di masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa penyebar berita hoaks dapat dikenakan Undang-undang ITE yang berlaku di Indonesia.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved