Breaking News:

GeNose c19

Mulai 1 April Kemenhub Gunakan GeNose C19 di Empat Bandara, Ini Daftarnya

Kementerian Perhubungan resmi mengumumkan pengunaan alat deteksi Covid-19, GeNose C19 di moda transportasi udara.

Editor: Valentino Verry
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Ilustrasi penggunaan Genose C19. Kementerian Perhubungan resmi mengumumkan pengunaan alat deteksi Covid-19, GeNose C19 di moda transportasi udara. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan resmi mengumumkan pengunaan alat deteksi Covid-19, GeNose C19 di moda transportasi udara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto mengatakan bahwa menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 12 Tahun 2021, maka transportasi udara untuk perjalanan domestik akan mulai menggunakan GeNose C19 sebagai alat deteksi dini untuk pengecekan penumpang negatif Covid 19. 

"Kami akan mulai menggunakan GeNose C19 sebagai salah satu alternatif  persyaratan calon penumpang untuk dapat terbang, namun saat ini akan dimulai di empat bandar udara," tutur Novie, Kamis (1/4/2021).

Keempat bandara yang akan menerapkan alat GeNose C19 secara bertahap ialah :

Baca juga: Angkasa Pura I Kembali Gelar Simulasi Penggunaan GeNose C19 di Bandara Internasional Juanda

Baca juga: DUH! Mulai 20 Maret 2021 Tarif Pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Kereta Naik, Begini Kata KAI

1. Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.

2. Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

3. Bandara Internasional Yogyakarta.

4. Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Meski masih terbatas, penggunaan GeNose C19 berlaku mulai Kamis, 1 April 2021. 

"Akan dimulai sejak 1 April 2021, meskipun akan terbatas, namun akan terus dilakukan penambahan dan penyempurnaan dalam  pelaksanaannya dan penumpang juga dapat menggunakan RT-PCR dan Rapid Test Antigen," terang Novie.

Penumpang yang akan melakukan perjalanan via transportasi udara wajib menunjukkan hasil negatif Tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam atau hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam, atau pun hasil negatif Tes GeNose C19 di Bandar Udara yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam, sebelum keberangkatan.  

Sementara untuk penerbangan menuju Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, penumpang diharuskan menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimum 2x24 jam, atau hasil negatif tes GeNose C19 di Bandar Udara yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal  1x24 jam, sebelum keberangkatan. 

Persyaratan tes tersebut tidak berlaku bagi penerbangan Angkutan Udara Perintis, penerbangan Angkutan Udara di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar), serta penumpang anak-anak yang berusia di bawah lima tahun.

Baca juga: VIDEO Alat Deteksi Covid-19 GeNose C19 Mulai Digunakan di Pelabuhan Tanjung Priok

Baca juga: Menhub Budi Karya: GeNose C19 Mulai Digunakan di Pelabuhan Tanjung Priok, Tapi Tidak Wajib

Kemenhub akan terus memantau pelaksanaan perjalanan dan mengingatkan kepada para penyelenggara transportasi udara untuk menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan, melakukan pemeriksaan RT-PCR maupun Rapid Test Antigen terhadap personil pesawat udara, tidak memberikan makanan dan/atau minuman kepada penumpang pada penerbangan yang berdurasi di bawah dua jam, kecuali untuk kepentingan medis. 

"Dengan adanya SE ini diharapkan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk menggunakan alat uji Covid sebagai syarat perjalanan. Kemenhub juga terus meminta seluruh masyarakat, otoritas bandara, operator bandara, maskapai dan semua stakeholders tetap terus menerapkan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak)," jelasnya. (Lita Febri)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved