Bulan Suci Ramadan

Apakah Setelah Tanggal 15 Syaban Tidak Boleh Puasa Sunah? Berikut Penjelasan Buya Yahya

Lalu apakah setelah itu masih boleh puasa sunah lainnya atau tidak boleh berpuasa lagi? 

Facebook via SerambiNews/Istimewa
Pendakwah Buya Yahya menjelaskan puasa setelah nifsu syaban 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Malam nifsu syaban baru saja dilewati pada 28-29 Maret 2021 atau 14-15 Syaban 1442 Hijriah.

Sebelumnya disunahkan melakukan puasa bulan syaban. 

Lalu apakah setelah itu masih boleh puasa sunah lainnya atau tidak boleh berpuasa lagi? 

Permasalahan ini dijawab oleh Buya Yahya lewat website resminya. 

Buya, apakah benar kalau sudah lewat tanggal 15 Sya’ban kita tidak boleh puasa?

Baca juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Bulan Syaban Hingga 29 Maret 2021, Khalid Basalamah: Seperti Puasa Setahun

Baca juga: Puasa Sunah Syawal, Bolehkah Digabungkan dengan Niat Puasa Qadha? Ini Penjelasan Buya Yahya

Menurut mazhab Imam Syafii yang dikukuhkan adalah haram (makruh karohatattahrim).

Adapun menurut jumhur ulama dari Madzhab Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad dan Imam Malik hukumnya tidak haram.

Haram hukumnya puasa setelah nisyfu Syaban menurut mazhab Imam Syafii.

Akan menjadi tidak haram dengan 3 perkara:

1. Karena kebiasaan puasa, seperti orang yang biasa puasa Senin dan Kamis, maka ia pun boleh melanjutkan puasa Senin dan Kamis meskipun sudah melewati nisyfu syaban.

2. Untuk mengganti (qadha) puasa, misalnya seseorang punya hutang puasa belum sempat mengganti sampai nisyfu Syaban, maka pada waktu itu berpuasa setelah nisyfu Sya’ban untuk qadha hukumnya tidak haram.

3. Dengan disambung dengan hari sebelum nisyfu Sya’ban, misalnya dia berpuasa tanggal 16 Sya’ban kemudian disambung dengan hari sebelumnya (yaitu tanggal 15 Sya’ban). Maka puasa di tanggal 16 tidak lagi menjadi haram.

Pendapat ulama Syafi’iyah yang mengatakan haram dan akan menjadi tidak haram dengan 3 hal tersebut di atas karena mengamalkan semua riwayat yang bersangkutan dengan hal tersebut.

Seperti Hadits yang diriwayatkan oleh:

a. Imam Tirmidzi, Imam Abu Daud AS dan Imam Ibnu
Majah:
” إذا انتصف شعبان فل تصوموا“

“Apabila sudah pertengahan Syaban, maka janganlah kalian berpuasa.” (H.R. Al-Tirmidzi)

Baca juga: Sambut Ramadhan 1442 Hijriah, Sekolah Relawan Buka Program Sedekah Lawan Rentenir

Baca juga: Apa Keutamaan Memperbanyak Puasa di Bulan Syaban? Berikut Ini Penjelasan Ustaz Syafiq Riza Basalamah

b. Imam

Bukhori dan Imam Muslim yang artinya:

“لَا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ إِلَّا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ”

“Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan, kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa sunah, maka bolehlah ia berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim).

c. Hadits riwayat Imam Muslim:

“كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلَّا قَلِيلًا”

“Nabi SAW biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya dan hanya sedikit saja hari-hari berbuka beliau di bulan Sya’ban” (HR. Imam Muslim).

Dari hadits-hadits di atas, hadits pertama Rasulullah SAW melarang puasa setelah nisyfu Syaban dan hadis kedua Rasulullah melarang puasa setelah nisyfu Syaban kecuali orang yang punya kebiasaan puasa sebelumnya.

Hadits yang ketiga menunjukkan bahwa Rasulullah SAW puasa ke banyak hari-hari di bulan Sya’ban.

Kesimpulannya:

Berpuasalah sebanyak-banyaknya di bulan Syaban dari awal Syaban hingga akhir.

Jangan berpuasa setelah tanggal 15 Sya’ban, kecuali engkau sambung dengan hari sebelumya, atau untuk mengganti puasa atau karena kebiasaan berpuasa di hari-hari sebelumnya.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Keutamaan puasa di bulan Syaban 

Ibadah puasa di bulan Syaban menjadi salah satu ibadah yang kerap dilakukan Rasulullah SAW.

Tujuan menjalankan puasa bulan Syaban bagi umat muslim yang menjalankan demi mendapat amalan dari Allah SAW.

Lalu, apa itu bulan Syaban dan apa keutamaan puasa di bulan Syaban?

Kali ini Ustaz Syafiq Riza Basalamah berikan penjelasan mengenai bulan Syaban hingga keutamaan berpuasa di bulan Syaban.

Baca juga: Kumpulan Ucapan di Malam Nifsu Syaban 28-29 Maret Permintaan Maaf Kepada Keluarga, Sahabat

Baca juga: Malam Nifsu Syaban, Kata Ustadz Abdul Somad Perbanyak Istighfar dan Baca Doa Ini

Baca juga: Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Hadis Palsu yang Populer di Bulan Syaban, Hati-hati Ya Simak di Sini

Penjelasan Ustaz Syafiq Riza Basalamah mengenai pengertian bulan Syaban hingga keutamaan ibadah puasa di bulan Syaban dibeberkan di akun Instagramnya, @syafiqrizabasalamah_official:

Simak penjelasan dari @syafiqrizabasalamah_official terkait bulan Syaban dan keutamaan puasa bulan Syaban, dikutip Wartakotalive.com, Sabtu (27/3/2021).

"RASULULLAH ﷺ MEMPERBANYAK PUASA DI BULAN SYA'BAN ⁣

Dari Usamah bin Zaid, beliau berkata, “Katakanlah wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa selama sebulan dari bulan-bulannya selain di bulan Syaban”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,⁣⁣

⁣⁣
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ⁣⁣
⁣⁣
“Bulan Syaban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).⁣⁣
⁣⁣
Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “Dalam hadits di atas terdapat dalil mengenai dianjurkannya melakukan amalan ketaatan di saat manusia lalai. Inilah amalan yang dicintai di sisi Allah.” (Lathoif Al Ma’arif, 235)⁣⁣" tulis akun Instagram @syafiqrizabasalamah_official.

Kumpulan Ucapan di Malam Nifsu Syaban 28-29 Maret

Malam Nifsu Syaban merupakan malam pengampunan dimana semua dosa diampunkan kecuali orang-orang yang menyekutukan Allah dan mereka yang belum berdamai.

Kapan waktu malam Nifsu Syaban tiba?

Menurut tanggalan masehi malam nifsu syaban akan jatuh pada tanggal 28-29 Maret 2021 Minggu malam  atau 14-15 Syaban 1442 Hijriah.

Sebelum Malam Nisfu Syaban tiba, ada baiknya kita menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga, teman dan rekan.

"Semua yang beribadah malam itu, diampunkan Allah kecuali orang-orang yang menyekutukan Allah dan mereka yang belum berdamai," ujar Ustadz Abdul Somad dalam satu ceramahnya.

"Jadi malam ini (malam nisfu sya'ban) bisa dibilang malam perdamaian, supaya masuk bulan Sya'ban hatinya plong," lanjut Ustadz Abdul Somad.

"Nah jadi malam itu bisa kita hidupkan dengan ibadah seperti baca qur'an, zikir, tahajud, witir, shalat sunah taubat, bangun tengah malam mandi. lepas mandi ambil wudhu, lalu shalat sunah wudhu, caranya sama shalat iftitah masjid," jelas Ustadz Abdul Somad.

Dengan demikian, Allah hanya akan memberikan pengampunan dosa pada orang yang hatinya telah damai tanpa ada dendam.

Terkadang kesalahan pun bisa saja kita perbuat tanpa disadari entah itu berupa perkataan dan perbuatan.

Nah, karena itu tidak ada salahnya jika kita mengucapkan permohonan maaf pada teman, keluarga, atau kerabat bahkan untuk orang-orang yang kita sayangi.

(Wartakotalive.com/CC/BanjarmasinPost)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved