Berita Jakarta
Rumah Sakit Premier Jatinegara Luncurkan Layanan Tele Emergency dan Tele Stroke
Rumah Sakit Premier Jatinegara luncurkan layanan Tele Emergency dan Tele Stroke.
Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Rumah Sakit Premier Jatinegara meluncurkan layanan Tele Emergency dan Tele Stroke.
Rumah Sakit Premier Jatinegara (RSPJ) tepat di usianya yang ke-32 tahun (berdiri pada 25 Maret 1989) meluncurkan dua layanan kesehatan gawat darurat berbasis konsultasi online.
Kedua layanan tersebut adalah Tele Emergency dan Tele Stroke.
Melalui layanan Tele Emergency dan Tele-Stroke, masyarakat yang berada di kondisi gawat darurat bisa menghubungi hotline emergency RS Premier Jatinegara di nomor 1500907.
Hotline tersebut akan langsung terhubung dengan tim dan dokter yang diperlukan melalui video call.
Layanan Tele Emergency adalah layanan yang memungkinkan pasien untuk dapat berkonsultasi langsung dengan dokter umum gawat darurat maupun spesialis secara online.
Setelah pasien menghubungi call center yang tersedia. Dokter dan perawat akan melakukan triage.
Triase IGD adalah proses penentuan atau seleksi pasien yang diprioritaskan untuk mendapat penanganan terlebih dahulu di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit.
Baca juga: Keringat Dingin Saat Disuntik, Petugas Sipir di Lapas Kelas IIA Bekasi Ini Tutup Mata Pakai Masker
Pihak rumah sakit juga akan menentukan apakah pasien memerlukan penjemputan ambulance atau tidak. Jika membutuhkan ambulan, RS akan membantu pasien untuk sampai ke RS tepat waktu.
Sebaliknya, jika tidak membutuhkan layanan ambulance, perawat akan mengirimkan link google form untuk menyambungkan akses konsultasi dengan dokter melalui Doxy.Me.
Dengan layanan Tele Emergency ini masyarakat akan mendapatkan arahan terhadap langkah-langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan oleh pasien untuk menghindari terjadinya perburukan sambil menunggu layanan ambulans tiba di lokasi jika dibutuhkan.
Yang perlu diketahui IGD RS Premier Jatinegara adalah area aman bebas Covid-19, karena telah diatur terpisah dengan IGD zona Merah yang dikhususkan untuk pasien suspek Covid-19.
Baca juga: Jadwal Pencairan Penerima Baru Dana Bansos Tunai KLJ, KPDJ, dan KAJ DKI Rp1,8 Juta, Cek di Sini
Sedangkan untuk Layanan Tele Stroke, sebagaimana namanya lebih spesifik menangani kegawatdaruratan stroke yang kecepatan waktu penanganan sangat signifikan dibutuhkan bagi pemulihan pasien atau yang kita kenal dengan istilah Golden Period.
Dengan layanan ini, perawat atau pihak rumah sakit yang menerima telepon dari pasien akan mengarahkan pasien untuk datang ke IDG RS PJ. Karena bagaimanapun, waktu sangatlah berharga untuk seseorang yang terkena stroke.
Tapi sebelum ke rumah sakit, deteksi dini atau kecurigaan apakah pasien mengalami stroke amat penting untuk menentukan faktor ketepatan dan kecepatan penanganan pada pasien. Melalui video call ini pihak pasien dapat menginformasikan kondisi pasien sehingga dokter bisa memberikan penanganan yang lebih cepat dan tepat.
Baca juga: Kunjungi Museum Gedung Juang Pengunjung Sebut Dulu Bau Kelelawar Sekarang Digital Bikin Enggak Bosan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dirjen-pelayanan-kesehatan-kementerian-kesehatan-abdul-kadir.jpg)