Berita Jakarta
Hari Ini Earth Hour 2021, Anies Baswedan Ungkap Tujuan dan Dampak Positif Padamkan Listrik Satu Jam
Hari ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak warganya partisipasi dalam gerakan Earth Hour 2021, Sabtu (27/3/2021).
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: PanjiBaskhara
Manajemen hotel lakukan pemadaman tenaga listrik selama 60 menit pukul 20.30-21.30 WIB di sebagian area.
Langkah ini sebagai dukungan pada penghematan listrik, sebagaimana yang telah berhasil dilakukan tahun lalu.
“Dalam momentum 60 menit ini, Hotel Santika Premiere Bintaro memadamkan seluruh perangkat lampu dan elektronik yang menggunakan energi listrik semaksimal mungkin tanpa mengganggu kenyamanan tamu"
"Bahkan kami juga mempersilahkan para tamu yang tertarik turut serta dalam program ini dengan memadamkan lampu kamar atau mengurangi pemakaiannya.
Diharapkan partisipasi ini menghasilkan penghematan energi dan tidak lagi hanya sebagai kampanye simbolis.” Ujar Soniya Ana, Public Relations Executive Hotel Santika Premiere Bintaro.
Program menarik ini menjadi pengalaman unik bagi para tamu karena menyenangkan dan jarang dilakukan, sekaligus mengingatkan kepedulian akan lingkungan.
Tentunya kampanye Earth Hour telah rutin diselenggarakan Hotel Santika Premiere Bintaro sebagai kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Tomo-Rania Gagal Paham Soal Kampanye Earth Hour
Banyak warga Kota Depok yang gagal paham soal kampanye Global Ceremony Switch Off Earth Hour yang digelar serentak di kota-kota Indonesia dan dunia, Sabtu (30/3/2019).
Kampanye Earth Hour di Kota Depok sendiri dipusatkan di Taman Merdeka, Kecamatan Sukmajaya.
Namun tidak sedikit warga Kota Depok yang belum mengerti tentang pelaksanaan kampanye Global Ceremony Switch Off Earth Hour ini.
Banyak yang mengira pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang akan memadamkan listrik selama satu jam.
"Kok enggak semuanya mati lampu? Bukannya PLN yang matiin lampu selama sejam?" ujar Tomo (36), seorang warga Sukmajaya kepada Wartakotalivce.com, Sabtu (30/3/2019).
Setelah dijelaskan, Tomo baru paham bahwa kampanye mematikan lampu atau listrik itu dilakukan masing-masing warga atas dasar kesadaran pribadi.
Pria tukang ojek ini mengaku baru kali ini mendengar kampanye 'earth hour'.