Sabtu, 2 Mei 2026

Garuda Select

Selain Rajin Berlatih di Inggris, Para Pemain Garuda Select III Juga Bersiap Hadapi Ujian Nasional

Pemain Garuda Select Jilid III sedang rutin berlatih di Inggris sekaligus siapkan hadapi Ujia Nasional (UN) tahun ini.

Tayang:
Editor: Sigit Nugroho
Instagram
Sebagian pemain Garuda Select III yang sedang TC di Inggris 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Meski pandemi COvid-19 di dunia belum berakhir, namun Garuda Select Jilid III terus melakukan pemusatan latihan di Inggris.

Mereka serius menjalani semua materi latihan yang diberikan oleh tim pelatih.

Pada latihan yang digelar pada Kamis (25/3/2021), berfokus pada penjaga gawang,

Pelatih Kiper Garuda Select Jilid III, Phil Smith, menunjukkan beberapa latihan kepada dua penjaga gawang Garuda Select Jilid III, Adre Arido dan Aditya Juli.

Gerakan-gerakan yang diberikan pada sesi latihan itu berguna untuk meningkatkan refleks di tangan dan kekuatan kaki.

Gerakan pertama, ada Variation Cycle 1.

Smith menendang voli ke arah kiper.

Baca juga: Gelandang Garuda Select III Muhammad Rafli Asrul Ternyata Pernah Bermain Sebagai Penjaga Gawang

Baca juga: Dua Musim Menimba Ilmu di Garuda Select III, Muhammad Rafli Asrul Jadi Lebih Sabar dan Lebih Terisi

Baca juga: Kesuksesan Brylian dan Amiruddin Motivasi Semangat Gelandang Garuda Select III Muhammad Rafli Asrul

Sebelumnya, kiper harus menendang bola yang ada di sisi kanan atau kirinya, sebelum menangkap bola tendangan pelatih yang datang mengarah kepadanya. Konsentrasi harus penuh, agar mampu melakukan gerakan antisipasi yang baik untuk datangnya bola.

Latihan kedua agak sedikit berbeda.

Jika pada Cycle 1 pelatih menendang bola ke arah kiper cukup keras dengan tendangan voli, pada Cycle 2 bola ditendang mendatar.

Sebelum itu, kiper juga harus menerima bola voli dari orang di sebelahnya.

Gerakan itu dilakukan dengan bantuan cone untuk membantu membatasi gerakan dalam melatih gerakan kaki.

Varian gerakan terakhir, atau disebut Variation Cycle 3 dimulai dengan tendangan voli yang lebih keras.

Kiper berada di posisi tengah-tengah cone dan menangkap atau menghalau bola dari tengah.

Umpan sebelum menerima bola juga kali ini dilempar, berbeda dari dua kesempatan sebelumnya yang ditendang voli dan mendatar.

Bentuk latihan seperti ini bertujuan untuk melatih refleks tangan untuk menangkap bola dengan baik, juga membantu melatih penempatan posisi yang benar sebagai seorang penjaga gawang.

Latihan adalah salah satu metode latihan yang biasa dilakukan Adre dan Adit dalam kesehariannya menjalani program latihan bersama tim Garuda Select Jilid III.

Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh dua kiper Garuda Select Jilid III bersama Phil itu juga bisa dilakukan di area yang kosong atau di halaman rumah.

Latihan itu bisa membantu gerakan tubuh, agar tetap berolahraga, sehingga membuat badan tetap fit dan bugar.

Inspirasi

Selama pemusatan latihan di Inggris, para pemain memiliki sosok yang menjadikan inspirasi.

"Saya mendapat pelajaran tentang bagaimana menguasai bola semaksimal mungkin. Selain itu juga penempatan posisi saat menjaga lawan harus tepat dan sederhana, agar tidak mudah kehilangan bola, karena hal itu bisa menguntungkan lawan untuk melakukan serangan,” kata Noval Junior.

Noval Junior juga mengidolakan sosok ayahnya dan juga Xabi Alonso.

Kemudian untuk Ridho Syuhada,

"Kami harus cepat mengambil keputusan pada saat-saat tertentu. Harus tahu kapan menguasai bola, mengumpan, dan pergerakan kita harus cepat serta tepat. Harus bisa memanfaatkan celah di antara bek lawan untuk bisa mengumpan kepada para penyerang di depan,” kata Ridho.

Selama di Inggris, pemain Garuda Select Jilid III dibiasakan bermain dengan sistem formasi diamond.

Itu menjadi pengalaman baru yang memudahkan mereka untuk mengalirkan bola ke segala arah.

Seperti yang dirasakan Elia Di Guiliomaria.

“Bermain dengan skema ini memungkinkan banyak teman yang bisa membantu di sekitar saya. Dengan demikian, saya jadi lebih mudah mengalirkan bola," kata Elia.

"Selain itu, sesama gelandang juga lebih kompak ketika bergerak tanpa khawatir kehilangan posisi atau berpencar-pencar,” ujar Elia.

Ujian Nasional

Selain latihan demi latihan, para pemain juga dihadapkan dengan Ujian Nasional (UN) yang akan datang.

Oleh karena itu, para pelatih membiarkan mereka untuk memersiapkan diri belajar demi menghadapi UN tersebut.

Pemain-pemain seperti Fernando Pamungkas, Rafly Asrul, Edgard Amping, hingga Daniel Naa, akan melewati salah satu fase penting dalam hidup mereka, yakni UN level menengah atas.

Sebagai siswa kelas 3 SMA, mereka akan jalani UNI yang berbeda, karena dilakukan sambil jalani pemusatan latihan.

Itu menjadi tantangan, karena mereka berada jauh dari rumah.

Penyesuaian pun harus dilakukan, agar tetap bisa belajar dengan fokus.

Dengan semua persiapan, mereka berharap bisa melewati ujian dengan baik tahun ini.

“Bagi saya, tantangannya sangat berat, karena sudah beberapa bulan saya tidak masuk sekolah walaupun disini masih tetap belajar secara rutin dengan bimbingan guru," kata Fernando Pamungkas.

"Tantangannya adalah saya harus bisa menyerap dengan baik semua pelajaran yang diberikan oleh guru kami. Saya tidak ada masalah dengan pembagian waktu antara latihan dan belajar,” ujar Fernando Pamungkas.

“Di sini, kami semua belajar setiap selesai latihan sore. Menurut saya, tidak terlalu ada yang menyulitkan karena belajar itu biasanya memang di luar waktu latihan. Bagaimanapun, kami tetap butuh belajar dan sekolah agar tidak ketinggalan pelajaran,” kata Rafli.

Bagi Edgard, Rafli, dan Fernando, pengalaman membagi waktu antara belajar dan latihan sudah mereka rasakan sejak tahun lalu.

Namun, bagi Daniel Naa, ini adalah pengalaman baru dalam hidupnya.

"Kesulitannya di sini, hanya terasa pada perbedaan jam dan waktu. Di sini malam dan di Indonesia masih siang. Perasaannya aneh saja, karena harus ujian malam-malam di sini. Selain itu, tidak ada tantangan yang terlalu berat,” tutup Daniel.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved