Virus Corona

RT Lamp Saliva Mampu Deteksi Varian Covid-19 dari Inggris B117 Lewat Air Liur

Virus varian baru ini, kata Bambang, justru terdapat indikasi dapat mengganggu kinerja PCR.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/SYAHRIZAL SIDIK
Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro mengatakan, RT Lamp Saliva, alat tes untuk mendeteksi Covid-19 menggunakan air liur, memiliki sensitivitas hingga 94 persen, dan spesifitas mencapai 98 persen. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - RT Lamp Saliva, alat tes Covid-19 yang menggunakan air liur, dapat mendeteksi varian baru Covid-19 dari Inggris, B117.

Akterono D Budiyati, IVD Division Research Manager Stem Cell and Cancer Institute mengungkapkan, kemampuan RT Lamp Saliva dalam mendeteksi B117, diketahui saat proses uji coba perangkat ini.

"Ada varian baru yang B117 dari Inggris, dan sudah kami coba kami blast dengan primer kami."

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Bali Terbanyak, Jawa Nihil

"Primer kami bisa mendeteksi virus dengan varian tersebut."

"RT Lamp sendiri bisa mendeteksi varian tersebut," ujar Akterono dalam konferensi pers virtual, Kamis (25/3/2021).

Sementara, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, B117 memiliki karakteristik penularan yang lebih cepat dibanding varian Covid-19 yang lebih dulu muncul.

Baca juga: Bakal Hadir Langsung di Ruang Sidang, Rizieq Shihab Minta Pendukungnya Tertib, Banyak Doa dan Zikir

Namun, kata Bambang, virus ini tidak menimbulkan keparahan penyakit yang lebih.

Virus varian baru ini, kata Bambang, justru terdapat indikasi dapat mengganggu kinerja PCR.

"Dia tidak mengganggu mengganggu kinerja vaksin."

"Tapi B117 ada indikasi bisa menggangu kinerja dari PCR," tutur Bambang.

Lebih Nyaman Dibanding PCR Swab Test

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemeriksaan metode swab dalam tes PCR Covid-19 kerap membuat orang tidak nyaman.

Pemeriksaan PCR dapat menggunakkan sampel swab nasofaring, yakni melalui hidung dan swab orofaring melalui tenggorokan.

"Yang ada swab tes jadi ambil dari nasofaring kita, yang istilah-istilah umumnya kita harus dicolok."

Baca juga: Wacana KKB Papua Didefinisikan Sebagai Organisasi Teroris, Komnas HAM Usulkan Operasi Kesejahteraan

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved