Sabtu, 18 April 2026

Berita Nasional

Sempat Jadi Polemik, Teka-teki Kenapa Ngabalin Ikut Kungker Eks Menteri Edhy ke Hawai Terjawab

Desri menjelaskan bahwa Ngabalin adalah Penasihat Komisi Pemangku Kepentingan Publik di Kementerian KKP.

Editor: Feryanto Hadi
Kolase Wartakotalive.com/Tribunnews.com/Seno/Junianto Hamonangan
Foto Kolase: Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Edhy Prabowo. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Keberadaan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin saat penangkapan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo di bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sempat menjadi pertanyaan.

Publik heran, kenapa Ngabalin berada dalam rombongan para petinggi KKP.

Akhirnya kini terkuak, kenapa Ngabalin diajak turut serta daalam kunjungan kerja eks menteri Edhy Prabowo ke Hawai.

Ternyata dia punya jabatan di KKP.

Beli Klub Persis Solo bareng Kaesang Pangarep, Begini Alasan Erick Tohir

Rencana Impor 1 Juta Ton Banjir Kecaman, Mendag Lutfi Minta Publik Salahkan Dirinya Saja

Hal ini terungkap dalam persidangan lanjutan kasus dugaan korupsi benih lobster.

Awalnya, Majelis Hakim yang menyidangkan kasus suap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo kaget ketika membaca nama Ali Mochtar Ngabalin, ikut dalam kunjungan kerja ke Hawai.

Hakim menyinggung nama Ali Mochtar NGabalin, saat sidang kasus suap izin ekspor benih bening lobster (BBL) atau benur dengan terdakwa Edhy Prabowo.

Kepala Bagian Humas Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) Desri Yanti mengatakan Ngabalin bisa ikut rombongan lantaran masuk daftar petinggi KKP.

Awalnya Desri Yanti menjelaskan agenda perjalanan Edhy Prabowo ke Hawaii.

Kemudian di tengah penjelasannya ia menyinggung nama Ngabalin yang sempat terkendala administrasi tempat penginapan.

"Pada saat hasil PCR yang didapat dari Los Angeles (LA) ini kan sudah last minute jadi sambil PCR hasil keluar siang, kami sudah ke bandara. Kemudian dibantu pihak KBRI untuk mendaftarkan online ternyata sepertinya ada yang tidak terverifikasi dengan baik sehingga aplikasi untuk travelnya tidak muncul barcode," kata Desri.

Baca juga: Denny Puji Jokowi Jarang Naikkan Harga BBM, Kader Demokrat: Naiknya Malam saat Rakyat Tidur Pulas

Rencana Impor 1 Juta Ton Banjir Kecaman, Mendag Lutfi Minta Publik Salahkan Dirinya Saja

"Barcodenya ini yang kemudian diminta pihak hotel. Ada dua orang delegasi yaitu pak Slamet dan pak Ngabalin yang tidak punya," jelas dia.

Hakim Ketua Albertus Usada kemudian bertanya ke Desri untuk menegaskan siapa dua nama itu agar tak ada perbedaan persepsi dalam persidangan.

"Slamet siapa?" tanya hakim.

"Slamet Sugiarto, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya," jawab Desri.

"Terus Ngabalin itu siapa?" tanya hakim lagi.

Buntut Bentrok Pemuda Pancasila dengan Warga Pancoran, Ombudsman Kecam Pertamina Gunakan Jasa Ormas

Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021, Jokowi sebut Peristiwa Itu Tak Bisa Didiamkan

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved