Partai Politik
Cerita Gede Pasek Suardika Kena Prank SBY, Senang Sekaligus Sedih
I Gede Pasek mengingat awal mula kejadian yang menyebabkan adanya prank dari SBY.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - I Gede Pasek Suardika, loyalis Anas Urbaningrum yang juga mantan kader Partai Demokrat, mengaku masih tak percaya dirinya pernah di-prank oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dengan setengah tertawa, I Gede Pasek mengingat awal mula kejadian yang menyebabkan adanya prank dari SBY, yaitu ketika Anas Urbaningrum mundur dari posisi Ketua Umum Partai Demokrat.
Anas mundur tepat satu hari setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi terkait proyek Hambalang dan proyek lainnya, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada 22 Februari 2013.
Baca juga: Jaksa Minta Rizieq Shihab Dijerat Pasal 216 KUHP karena Menghina Persidangan, Begini Sikap Hakim
I Gede Pasek saat itu mengajak Anas berdiskusi terkait nasib kawan-kawannya yang bersiap menjadi caleg dalam pemilu yang akan datang. Sebab, tahapan pemilu sudah mulai digelar.
"Suatu malam saya ke tempat Mas Anas di Duren Sawit."
"Kita diskusilah ngomongin nasib teman-teman."
Baca juga: Dorong Presiden Jabat 3 Periode, Arief Poyuono: Saya Memang Mau Tampar dan Menjerumuskan Jokowi
"'Mas ini bagaimana? Teman-teman itu nunggu apakah pindah partai atau tetap seperti ini, siapa nanti penggantinya Mas Anas'," ucap I Gede Pasek Suardika saat berbincang dengan Tribun Network, Jumat (19/3/2021).
Dia lantas melontarkan ide bagaimana jika Anas dan loyalisnya sepakat mendukung SBY mengisi posisi ketua umum yang ditinggalkan Anas.
Diharapkan hal tersebut membuat Partai Demokrat bersatu dan kawan-kawannya aman untuk mencalonkan diri dalam pemilu.
Baca juga: Curigai Jokowi Ingin 3 Periode, KSP: Amien Rais Mimpi Siang Bolong, Disambar Petir, Tiba-tiba Bangun
SBY saat itu diketahui menjabat Ketua Majelis Tinggi dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.
Gayung bersambut, Anas ternyata tak keberatan dengan ide I Gede Pasek.
Anas pun mempersilakan I Gede Pasek menyampaikan ide itu ke media massa.
Baca juga: Ini 5 Alasan MUI Bolehkan Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca Meski Mengandung Babi
"Saya sampaikan di DPR bahwa saya mengusulkan Pak SBY sebagai ketua umum, agar bisa dipilih secara aklamasi demi bersatunya semua elemen partai."
"Karena kita sudah masuk tahapan pemilu, di mana kita harus segera berkompetisi di lapangan, segala problem di internal kita tutup dulu," ucap I Gede Pasek.
Pernyataan itu memicu kemarahan dari Ruhut Sitompul, Marzuki Alie, hingga Syarief Hasan.
Baca juga: Loyalis Anas Urbaningrum Ungkap SBY Sempat Tawarkan Ani Yudhoyono Jadi Ketua Umum Partai Demokrat