Breaking News:

Kasus Pemerasan

Polisi Gadungan Berpangkat Kompol Bertugas di Polda Peras Pelaku Prostitusi Online, Dibekuk Polisi

Tiga orang pelaku pemerasan terhadap pelaku prostitusi online, dengan modus polisi gadungan dibekuk Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Konpers ungkap pelaku pemerasan terhadap pelaku prostitusi online, dengan modus polisi gadungan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (17/3/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI -- Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk tiga orang pelaku pemerasan terhadap pelaku prostitusi online, dengan modus polisi gadungan.

Satu dari tiga pelaku yakni AS (32) mengaku sebagai anggota polisi berpangkat Kompol dan bertugas di Polda Metro Jaya.

Sementara dua pelaku lainnya yakni ST (33) alias Bara dan KS (44) alias Nadai berperan membantu pelaku.

Video: Melinda Masih Merasa Risau Meski Tembok Beton Telah Dibongkar

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan para pelaku yang dibekuk pekan lalu, mengaku baru dua kali beraksi yakni pada 3 dan 4 Maret 2021 lalu.

"Modus dengan polisi gadungan ini awalnya AS memesan PSK melalui aplikasi MiChat. Lalu mereka janjian di kamar hotel di daerah Jakarta Selatan," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Rabu (17/3/2021).

Setelah itulah kata Yusri, AS yang mengenakan pakaian dinas polisi lengkap dan mengaku berpangkat Kompol serta bertugas di Mapolda Metro datang mengamankan perempuan PSK online bersama mucikarinya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Mantan Muncikari Prostitusi Online Robby Abbas Ditangkap Polisi di Kamar Hotel

Baca juga: Di Grogol Depok Gadis Remaja Jalankan Prostitusi Online, Bayarannya Rp 300.000

"AS dibantu dua rekannya ST dan KS lalu mengamankan kedua korban dan memerasnya," kata Yusri.

Hal itu katanya dilakukan pelaku dua kali pada 3 dan 4 Maret 2021.

"Namun dari dua kali aksi itu, para korban tidak memiliki uang. Sehingga pelaku hanya berhasil menggasak HP korban," ujarnya.

Korban kata Yusri sempat diajak pelaku dengan mobil untuk berkeliling agar HP korban bisa dirampas.

Baca juga: Anak Usia 14 Tahun Ditemukan di Gudang, Diduga Bakal Dijual untuk Prostitusi Online, 4 Orang Dibekuk

Bahkan kata Yusri dalam aksi 4 Maret, salah satu korban mengaku sempat melayani nafsu AS sebelum diperas.

"Setelah korban dibawa keliling daru hotel, mucikarinya diturunkan di daerah Kebayoran Baru dan dikembalikan di hotel. Salah satu korban KDH mengaku bahwa dirinya sudah menyerahkan uang ratusan ribu dan juga sempat disetubuhi," katanya. 

Karena perbuatannya kata Yusri, para pelaku dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan atau Pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan.

"Dengan ancaman hukuman penjara 9 tahun," katanya. (bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved