Kabar Suporter
Mirip Ultras Eropa, Ini Kisah Nekat Curva Sud Persita Ganggu Tidur Pemain Lawan Jelang Pertandingan
Curva Sud menjelaskan jam tidur pemain yang terganggu tentunya akan berpengaruh ke performa bermainnya di lapangan.
Penulis: RafzanjaniSimanjorang | Editor: Feryanto Hadi
Sama seperti ultras lainnya, semboyan 'no name no face' melekat pula di Curva Sud.
Lantas, menjadi suporter garis keras, bagaimana makna suporter di Curva Sud?
Baca juga: Curva Sud, Suporter Persita Tangerang Tak Sudi Stadion Persita Dijadikan Kandang Oleh Dewa United
"Suporter itu pemain kedua belas. 11 pemain ada di lapangan, dan kami ada di belakang gawang, selatan tribun sebagai pemain kedua belas. Kami sebagai suporter mendukung dengan hati dan sepenuh jiwa. Sepak bola tanpa suporter itu ibarat sayur tanpa garam," ujar Muhammad Ahyani, mewakili pengurus pusat Curva Sud kepada Warta Kota, baru-baru ini.
Lanjutnya, sebagai suporter Curva Sud tanpa henti memberikan dukungan selama 90 menit pertandingan.
Curva Sud sendiri menjelaskan punya kebanggan tinggi akan klub yang berasal dari tanah kelahiran.
Baca juga: Curva Sud Dukung Persita Tangerang Jadi Juara Piala Menpora 2021
Curva Sud juga menjadi wadah mengekspresikan diri dalam mendukung tim Persita.
Berciri kaos hitam dan sepatu, Curva Sud menjadi suporter yang berbeda dari biasanya.
"Kami ke stadion pun ada aksi berjalan sama-sama, begitu pula saat pulang," tambahnya.
Baca juga: Brigata Curva Sud (BCS) Suporter Setia PSS Sleman Mengapresiasi Perbaikan Manajemen Super Elang Jawa
Ada pun Persita, di mata Curva Sud adalah kecintaan dan harga diri.
Sebagai tim asal Kabupaten Tangerang, Curva Sud menganggap nama baik daerah ada di Persita pula.
"Dengan adanya klub Persita yang membawa nama daerah Kabupaten Tangerang, tentunya loyalitas kami pun ada di dalamnya, itu sebabnya kami tak ingin tim ini kalah," tutupnya.