Kabar Suporter

Mirip Ultras Eropa, Ini Kisah Nekat Curva Sud Persita Ganggu Tidur Pemain Lawan Jelang Pertandingan

Curva Sud menjelaskan jam tidur pemain yang terganggu tentunya akan berpengaruh ke performa bermainnya di lapangan.

Penulis: RafzanjaniSimanjorang | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Curva Sud, suporter Ultras Persita Tangerang tidak ingin Dewa United bermain di Stadion Indomilk Arena 

WARTAKOTALIVE.COM,TANGERANG-- Dalam sepak bola, ada satu kelompok suporter yang tidak diharapkan oleh lawan kehadirannya di stadion.

Kelompok itu bernama ultras.

Ultras, biasanya lebih militan dan loyal dalam mendukung tim yang ia banggakan.

Bahkan, ultras selalu punya trik sambutan selamat datang yang menjatuhkan mental lawan. 

Baca juga: Piala Menpora 2021 Semakin Dekat, Bhayangkara Solo FC Mulai Fokus Berlatih Taktik

Baca juga: Mediasi Dua Pemilik Lahan Buntu,Wali Kota Arief Perintahkan Satpol PP Bongkar Pagar Beton di Ciledug

'No Name No Face', salah satu daya tarik ultras dalam beraksi.

Aksi nakal pun kerap dilakukan oleh ultras guna mengganggu konsentrasi lawan. 

Satu kisah pun diperoleh Warta Kota dari kelompok ultras Persita Tangerang, Curva Sud.

Baca juga: Yann Motta Bek Tengah Baru Persija Jakarta Punya Target Besar Membawa Macan Kemayoran Juara

Curva Sud, suporter Ultras Persita Tangerang tidak ingin Dewa United bermain di Stadion Indomilk Arena
Curva Sud, suporter Ultras Persita Tangerang tidak ingin Dewa United bermain di Stadion Indomilk Arena (Istimewa)

"Sebuah kenangan aksi kami dulu di Liga 2 adalah mengganggu jam istirahat tim Persiraja Banda Aceh di apartemen 2019 lalu. Biasanya dulu lewat penyalaan mercun. Pokoknya tujuannya agar tidur mereka tidak nyaman, dan besoknya mereka tidak maksimal bermain," ujar Deden mewakili pengurus Curva Sud.

Meski sedikit nakal, Curva Sud beranggapan, jam tidur pemain yang terganggu tentunya akan berpengaruh ke performa bermainnya di lapangan.

Baca juga: Curva Sud, Suporter Persita Tangerang Tak Sudi Stadion Persita Dijadikan Kandang Oleh Dewa United

Dalam menjalankan aksinya, Curva Sud tidak asal-asal, semua dilakukan matang dan secukupnya saja.

"Setelah mengganggu jam malam lawan, pada pertandingan, kami juga meneror lewat chant (yel-yel). Semua dilakukan agar mereka (lawan) kehilangan konsentrasi. Kedua aksi ini begitu penting," terangnya.

Uniknya, aksi yang persis dengan aksi ultras di benua Eropa ini berhasil, kala itu Persita menang dengan skor 2-1 atas Persiraja Banda Aceh. 

Baca juga: Masih Punya Istri, Anak dan Cucu yang Butuh Kasih Sayang, Djoko Tjandra Minta Hakim Membebaskannya

Ada pun pada akhir musim 2019, Persita dan Persiraja Banda Aceh sama-sama lolos ke Liga 1 Indonesia. 

Makna 'No Name No Face'

Curva Sud adalah salah satu komunitas ultras (suporter garis keras) Persita Tangerang.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved