Jumat, 8 Mei 2026

Ditjen Bina Marga: Proyek Tol Semanan-Sunter Dimulai Januari 2022

Ditjen Bina Marga menjelaskan, proyek pembangunan Jalan Tol Semanan-Sunter mulai dikerjakan pada Januari 2022.

Tayang:
Penulis: Joko Supriyanto |
Jasa Marga
Jasa Marga memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow mulai KM 21 sampai dengan KM 32+150 Jalan Tol Jakarta Cikampek arah Cikampek, pada Senin (15/3/2021) sejak pukul 16.00 WIB. 

WARTAKOTALIVE.COM,GAMBIR - Proyek pembangunan Jalan Tol Semanan-Sunter yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) akan memakan waktu 32 bulan pengerjaan. Proyek ini mulai dikerjakan pada Januari 2022.

Hal ini disampaikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Tanah Jalan Tol Ruas Semanan-Sunter Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Hartono, saat Rapat Paparan di Kantor Walikota Jakarta Pusat.

"Jadi nanti setelah pembongkaran selesai baru mulai konstruksi. Jadwal teman-teman konstruksi tahun 2022 bulan Januari," kata Hartono di kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin (15/3/2021).

Baca juga: Dua Bangunan SD di Jakarta Pusat Bakal Terdampak Proyek Jalan Tol Semanan - Sunter

Sedangkan lahan di Jakarta Pusat yang terdampak proyek ini tengah dilakukan pembebasan lahan,seperi Kampung Delta Serdang, begitu juga di wilayah Kelurahan Kebon Kosong.

Sementara pembebasan lahan di Duri Pulo, Gambir, masih terus diupayakan. Nantinya 
sistem ganti rugi yang dibayarkan pemerintah dengan skema appraisal, atau di atas Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Ada pun untuk pembebasan lahan di Kelurahan Kebon Kosong, Hartono menjelaskan bahwa terdapat hak pengelolaan lahan (HPL) oleh Sekretariat Negara seluas 4 hektare yang dikelola oleh Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPKK).

Baca juga: Senin Hari Ini Uji Coba Rute Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Jasa Marga Imbau Pengguna Jalan Tol

"Kebon kosong itu harus hati-hari karena di sana tanahnya PPK Kemayoran, di mana tahun 90 kena pembebasan tapi tidak ditindaklanjuti, sekarang jual beli lagi. Kita harus hati-hati supaya tidak ada duplikasi pembayaran," katanya.

Selain itu, di Jakarta Pusat sendiri juga ada dua sekolah dasar juga akan di relokasi karena terdampak proyek itu. Dua sekolah dasar ini yaitu SDN 07 Kebon Kosong dan SDN 02 Kebon Kosong. 

"Ada dua SD yang saat ini kami sedang melakukan musyarawah untuk tanah pengganti, yaitu untuk SD 07 Kebon Kosong dan SD 02 Kebon Kosong," kata Hartono.

Baca juga: Asosiasi Tol Indonesia Ingin Semua Pihak Menjaga Iklim Investasi Infrastruktur Jalan Tol

Haryanto menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Kota melakukan persiapan musyawarah bentuk kerugian dengan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Sementara itu, Walikota Jakarta Pusat Dhany Sukma menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melakukan pembongkaran di kedua SD tersebut. 

Pemkot pun mengupayakan agar penyediaan lahan untuk lokasi baru untuk kedua SDN tersebut sesuai standar dan kelayakan berdasarkan jumlah siswa yang ada.

Baca juga: Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 19 Masih Banjir dan Macet Parah, Diberlakukan Lajur Lawan Arah

Ada pun tanah pengganti yang disiapkan di SDN 07 Kebon Kosong berlokasi di Jalan Utan Panjang Barat, Kebon Kosong. 

"Tadi sudah sepakat komitmennya pihak PUPR tidak akan melakukan pembongkaran sebelum tanah penggantinya itu jadi. Hanya saja ketika mengupayakan lahan, desainnya itu harus benar-benar dibuat supaya memenuhi standar sekolah sehat," kata Dhany.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved