Breaking News:

Warga Duta Harapan Ini Selalu Meradang, Sering Terjebak Macet Padahal 300 Meter Lagi Sampai Rumah

Namun, mereka hingga kini hanya mengurus masalah kebersihan, bukan tata kelola kawasan yang mulai menjadi tempat destinasi wisata.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Warta Kota/Rangga Baskoro
Suasana di sekitar Danau Duta Harapan, Harapan Baru, Bekasi Utara, Sabtu (13/3/2021). Banyak pedagang kaki lima menjajakan dagangannya di sekitar Danau Duta Harapan. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI UTARA --- Kondisi ruas Jalan Duta Boulevard Barat yang rusak berat puluhan tahun hanyalah segelintir permasalahan yang terjadi di Perumahan Duta Harapan - Telaga Mas, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di pinggir jalan di sekitar danau Duta Harapan juga selalu membuat warga Perumahan Duta Harapan meradang.

"Macet biasanya kalau Sabtu dan Minggu karena banyaknya mobil parkir dan banyaknya pedagang yang berjualan dipinggir jalan. Beberapa pedagang juga jualannya pakai mobil," kata Ketua RW 11, Agus Triyanto saat ditemui di lokasi, Sabtu (13/3/2021).

Ia menceritakan sering terjebak macet selama 30 menit saat memasuki area Danau Duta Harapan, terutama menjelang sore hingga malam hari.

Padahal, jarak antara danau menuju rumahnya hanya berkisar 300 meter saja.

"Setiap mau keluar atau menuju rumah, macet banget. Karena jalannya sempit, banyak yang dagang, jadinya ngumpul di situ semua. Saya sering malah kejebak macet di danau, padahal jaraknya tinggal 300 meter lagi sampai ke rumah" ujarnya.

Tak hanya PKL, bahkan masyarakat yang mengunjungi danau sering kali sembarangan memarkirkan kendaraannya sehingga menambah parah kemacetan.

Area danau dan taman seluas 7 hektar tersebut pada dasarnya dikelola oleh UPTD Hutan Kota, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi.

Namun, mereka hingga kini hanya mengurus masalah kebersihan, bukan tata kelola kawasan yang mulai menjadi tempat destinasi wisata.

"UPTD Hutan Kota, hanya membenahi dari sisi kebersihan saja, belum ke arah manajemen pengelolaan danau secara end to end. Padahal Danau Duta Harapan jadi destinasi wisata di Kota Bekasi," ungkap Agus.

Padahal, di sekitar danau terpasang pemberitahuan larangan berjualan di kawasan danau sesuai dengan Perda Kota Bekasi Nomor 10 Tahun 2011.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Agus bersama 6 ketua RW yang wilayahnya berada di sekitar Danau Duta Harapan membentuk Manajemen Duta Harapan - Telaga Mas (Dumas).

Namun sayangnya, hingga kini keluhan Manajemen Dumas yang dibentuk pada 2020 lalu, belum ditanggapi secara serius oleh instansi terkait, seperti Dinas LH, Dinas UMKM, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Bapenda Kota Bekasi.

"Pemkot Bekasi harusnya jeli melihat peluang kalau Danau Duta Harapan ini sebenarnya sudah jadi destinasi wisata. Oleh sebab itu perlu tata kelola sistem agar tidak semerawut seperti sekarang," keluhnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved