Breaking News:

Viral Medsos

Tengku Zulkarnain Vs Teddy Gusnaidi Terkait Haram Fatwa MUI, Tengku Sebut Teddy Lecehkan Ulama MUI

Tengku Zulkarnain Vs Teddy Gusnaidi. Pernyataan Teddy yang mengharamkan fatwa MUI dianggap oleh Tengku Zulkarnain sebagai pelecehan.

Editor: Suprapto
photocollage/twitter/tribunnews.com
Tengku Zulkarnain Vs Teddy Gusnaidi. Pernyataan Teddy yang mengharamkan fatwa MUI dianggap oleh Tengku Zulkarnain sebagai pelecehan terhadap lembaga ini. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Mantan Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain menyebut politisi PKPI Teddy Gusnaidi melecehkann MUI.

"Teddy lecehkan MUI karena haramkan fatwa MUI," tulis Ustaz Tengku Zulkarnain melalui akun twitternya, Senin (1/3/2021) pagi.

Menurut Tengku Zulkarnain, kalau fatwa MUI dibuang maka tutuplah seluruh Bank Syariah, Pegadaian Syariah, Finance Syariah dan lain-lain.

Tengku justru mempertanyakan apakah Teddy Gusnaidi memahami peraturan perundang-undangan yang menjadi payung hukum kerja MUI?

Menurut Tengku, berdasarkan Peraturan Presiden No 152 tahun 2021, MUI adalah mitra pemerintah.

Baca juga: Jokowi Buka Izin Investasi Miras, MUI: Mulutnya Teriak Pancasila, Praktiknya Kapitalisme

Baca juga: Jokowi Buka Pintu Izin Investasi untuk Industri Miras, MUI Prihatin, Tengku Zul: Rakyat Bisa Hancur

Bahkan menurut UU Jaminan Produk Halal (JPH), satu-satunya lembaga yang berwenang memberikan fatwa halal atau haram terhadap sebuah produk adalah MUI. 

"Bukan yg lain bahkan bukan Instansi Pemerintah atau Kementerian Agama dll. Paham Teddy?" ujar Tengku Zulknarnain.

Dia menambahkan, "Perlu saudara Teddy dan dkk tahu bahwa semua produk bank Syariah, Finance Syariah, Pegadaian Syariah wajib memakai fatwa Dewan Syariah Nasional MUI. Dan ini disebut di UU Negara Indonesia. Tidak mesti sarjana untuk tahu hal ini asal sedikit mau belajar. Mengharamkan fatwa MUI?"

MUI berdiri tahun 1975, diprakasai oleh sejumlah Ormas Islam Nasional seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Mathla'ul Anwar, Perti, Persis, Ittidahiday, dan Al Washiyah.

"Terpilih Ketua Umum Pertama Buya Hamka, bukti Pemerintah Orde Baru tdk ikut mengatur. Anehnya baru skrg status MUI digugat. Why?" kata Tengku.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved