Setelah Pasar Tradisional, Disperdagin Kota Depok Bantu Para IKM Pasarkan Dagangannya Secara Online
Zamrowi mengaku ingin pelaku IKM kembali bangkit meski masih dalam pandemi. Tentunya hal itu harus juga didukung stakeholder yang berkompeten
Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dedy
WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK --- Di masa pandemi Covid-19 yang kini masih terus berlangsung, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Depok fokus meningkatkan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) di 2021 dan 2022.
Sebab, Kepala Disperdagin Kota Depok Zamrowi Hasan mengatakan, IKM menjadi salah satu sektor yang paling terdampak akibat pandemi virus yang mendunia ini.
Zamrowi mengaku ingin pelaku IKM kembali bangkit meski masih dalam pandemi. Tentunya hal itu harus juga didukung stakeholder yang berkompeten di bidang perdagangan dan perindustrian.
“Fokus kami tahun ini dan tahun depan agar daya saing IKM kembali meningkat dengan berbagai kegiatan,” papar Zamrowi saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (28/2/2021).
Kegiatan yang dimaksud, kata Zamrowi, adalah dengan mendorong pemenuhan kebutuhan masyarakat dari segi pemasaran digital.
Pemasaran ini dianggap Zamrowi lebih efektif mengingat saat pandemi Covid-19 banyak masyarakat yang enggan keluar rumah, selain itu juga, digital turut membantu dalam mencegah penyebaran Covid-19.
Sehingga dengan begitu, digitalisasi perlu dilakukan untuk menunjang para IKM dalam memasarkan dagangannya meski pandemi kini belum juga usai.
“Sedang dipersiapkan tahun depan. Dalam Forum Renja selanjutnya kami akan perkuat pembahasan di bidang teknologi atau digitalisasi perdagangan,” paparnya.
Zamrowi menuturkan, pihaknya telah menerapkan sistem perdagangan digital di sejumlah pasar tradisional yang dikelola pemerintah, yakni melalui program Pasar Online.
“Karena sedang pandemi, orang sungkan datang ke pasar sehingga dikembangkan program Pasar Online di lima pasar tradisional. Alhamdulillah sudah, berjalan dan akan terus kami kembangkan,” ujarnya.
Butuh Rp 16,9 miliar
Sementara itu dalam forum rencana kerja (Renja) perangkat daerah (PD) tahun 2022, ada empat isu strategis yang ditetapkan Badan Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Penelitian (Bappeda) Kota Depok.
Keempatnya merupakan isu yang disesuaikan dengan tema Forum Renja yakni peningkatan kualitas perencanaan melalui daya saing dan inovasi.
Kepala Bappeda Kota Depok, Widyati Riyandani mengatakan fokus isu strategis tersebut adalah sinergitas perencanaan pembangunan, serta ketersediaan data yang akurat, valis, san aksesibel.
Selain itu, monitoring dan evaluasi dalam rangka menjamin keselarasan antara dokumen perencanaan dan implementasi pelaksanaan program.
“Kemudian implementasi hasil penelitian dan pengembangan (litbang) serta inovasi yang belum optimal,” papar Widyati saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (28/2/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kepala-dinas-perdagangan-dan-perindustrian-disdagin-kota-depok-zamrowi-hasan.jpg)