Breaking News:

Partai Politik

SBY Bilang GPK Partai Demokrat Masih Kucing-kucingan, Kini yang Disasar Bukan Ketua DPD dan DPC

Terungkapnya gerakan itu, kata SBY, tak lantas membuat pelaku GPK PD menghentikan gerakannya.

Editor: Yaspen Martinus
Kompasiana.com
SBY mengatakan Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) masih bergerak di lapangan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) masih bergerak di lapangan.

Terungkapnya gerakan itu, kata SBY, tak lantas membuat pelaku GPK PD menghentikan gerakannya.

"Apakah dengan telah berhasil diungkapnya gerakan buruk itu kemudian para pelaku GPK PD itu menghentikan gerakannya? Ternyata tidak," ujar SBY dalam video yang diterima Tribunnews, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: JADWAL Lengkap dan Live Streaming Ibadat Jalan Salib 2021 di Jakarta dan Sekitarnya

SBY mengaku mendapatkan laporan resmi dari pimpinan partai hingga informasi dari daerah, para pelaku GPK PD masih terus bergerak di lapangan walaupun dengan sembunyi-sembunyi.

"Segelintir kader dan mantan kader pelaku GPK PD itu masih bergerak di lapangan, sembunyi-sembunyi, kucing-kucingan. Berarti gerakan ini masih ada," jelasnya.

Presiden RI ke-6 itu mengatakan, para pelaku GPK PD itu tak lagi menyasar Ketua DPD ataupun Ketua DPC partai berlambang mercy tersebut.

Baca juga: DKI Baru Punya 3.964 Sumur Resapan dari Target 1,8 Juta, Wagub: Tak Mungkin Diselesaikan Anies

Namun, mereka menyasar siapapun yang bisa dan mau diiming-imingi dengan imbalan menggiurkan.

"Yang disasar bukan lagi para Ketua DPD ataupun Ketua DPC, tetapi siapa pun yang mau diiming-imingi sejumlah imbalan dan janji-janji yang menggiurkan," ungkap SBY.

SBY menilai sangat mungkin para pelaku gerakan itu menghasut dan mengadu domba antara pimpinan DPP Partai Demokrat dengan para Ketua DPD dan Ketua DPC.

Baca juga: Jokowi Timbulkan Kerumunan Warga, Politikus PAN: Sangat Berbahaya, Protokol Harus Bertanggung Jawab

"Caranya dengan memainkan isu bahwa dalam musda dan muscab mendatang mereka akan diganti, sesuatu yang tidak benar adanya," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved