Banjir Jakarta

DKI Baru Punya 3.964 Sumur Resapan dari Target 1,8 Juta, Wagub: Tak Mungkin Diselesaikan Anies

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, sumur resapan sebanyak 1,8 juta titik memang menjadi target Anies Baswedan.

Warta Kota/Feryanto Hadi
Pembuatan vertical drain atau sumur resapan di Jalan Lenteng Agung Barat RT 015/05, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Adanya sumur resapan yang dilengkapi tali air ini diharapkan mampu kurangan genangan di kawasan itu saat turun hujan. 

WARTAKOTALIVE, GAMBIR - Jumlah sumur resapan di Jakarta dinilai jauh dari kebutuhan untuk menanggulangi genangan dan banjir.

Dari 1,8 juta sumur resapan yang dibutuhkan, DKI baru memiliki 3.964 titik sumur resapan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, sumur resapan sebanyak 1,8 juta titik memang menjadi target Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca juga: Sama Seperti PDIP, PKB Dukung Revisi UU Pemilu tapi Tetap Ingin Pilkada Digelar 2024

Namun, dia menyebut 1,8 juta sumur resapan tidak harus tercapai dalam lima tahun kepemimpinan Anies di Ibu Kota.

“Itu tidak mungkin, itu kebutuhan Jakarta sejauh ini."

"Sama juga dengan kebutuhan (trase) MRT umpamanya 230 kilometer."

Baca juga: 5 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Disuntik Vaksin Covid-19, Tak Perlu Makanan Khusus

"Apa bisa selesai dua periode? Kan tidak, jadi perlu waktu,” kata Ariza di Balai Kota DKI, Rabu (24/2/2021).

Menurutnya, kebutuhan 1,8 juta titik sumur resapan itu tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta, tapi juga berbagai pihak, di antaranya masyarakat dan pihak swasta.

Dia mencontohkan, pihak swasta yang dimaksud seperti pengembang properti, perkantoran, kawasan industri, dan sebagainya.

Baca juga: Mengaku Dikriminalisasi, Irjen Napoleon Bonaparte Diminta Ungkap Siapa Pihak yang Ia Tuduh

Sedangkan masyarakat dapat membantu membuat sumur resapan di lingkungan rumahnya masing-masing.

“Jadi sekali lagi, 1,8 juta sumur itu adalah kebutuhan kita di Jakarta seluruhnya."

"Kemudian, akan dikerjakan oleh setiap periode ke periode, gubernur ke gubernur,” ujar Ariza.

Baca juga: BMKG Deteksi Bibit Siklon, Cuaca Ekstrem Diprediksi Melanda Jabodetabek pada 24-27 Februari 2021

Politisi Partai Gerindra ini juga menganalogikan pembangunan sumur resapan seperti halnya mengentaskan kemacetan di Ibu Kota.

Kata dia, memerlukan waktu beberapa periode untuk menyelesaikan persoalan itu di Jakarta.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved