Rabu, 29 April 2026

Virus Corona

Dokter Cantik Ini Kecam Keras Stigma yang Menyerang Penyintas Covid-19, Ini Alasannya

Dokter Ning (36) mengaku kerap bersuara keras terhadap stigma negatif atau stigma yang menyerang para penyintas Covid-19.

Tayang:
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Dokter RA Adaninggar, SpPD, yang akrab disapa Dokter Ning (36), kerap bersuara keras terhadap stigma negatif atau stigma yang menyerang para penyintas Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Dokter RA Adaninggar, SpPD, yang akrab disapa Dokter Ning (36) mengaku kerap bersuara keras terhadap stigma negatif atau stigma yang menyerang para penyintas Covid-19.

"Kenapa sih kok saya bersuara 'keras' tentang stigma yang menyerang para penyintas Covid? Ya karena saya paham sekali apa yang dirasakan oleh para penyintas," kata dokter cantik yang mengaku pernah terpapar Covid-19 pada Juli 2020 lalu, Rabu (24/2/2021).

"Saya pernah ada di kaki mereka dan menggunakan sepatu mereka. Terdiagnosis Covid, menjalani isolasi, terpisah 1 bulan dengan anak-anak," tambah dokter Ning yang kini dikenal karena kerap memberikan edukasi online di dunia maya atau di media sosial.

Video: Asrama Pondok Pesantren di Pamekasan Longsor, 5 Santriyah Tewas Tertimbun Tanah

Ia mengaku sempat merasakan rasa cemas dan ketakutan luar biasa.

"Dan sadar begitu dekatnya dengan kematian, tentunya hal ini adalah hal yang cukup berat yang harus dilewati. Bersyukur sekali karena bisa melewati itu semua," ujar dokter cantik spesialis penyakit dalam ini.

"Setelah sembuh, inginnya beban berat itu langsung plong ya tapi kenyataannya para penyintas masih harus menghadapi stigma negatif dari sekitarnya," kata dia.

Baca juga: Kemensos Serahkan Kursi Roda untuk Bocah dengan Kelainan Tulang Belakang Penyintas Gempa Majene

Baca juga: Terbukti Efektif, Sekda Kota Bogor Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

Untuk para penyintas Covid-19, Ning berpesan bahwa mereka semua hebat dan kuat. 

"Tidak semua orang mengalami apa yang kita alami dan kita harus bersyukur mendapat kesempatan itu, karena pasti kejadian itu memberi hikmah yang sangat baik untuk kehidupan kita," katanya.

Ia meminta para penyintas tetap semangat.

"Semua yang sedang mendapat 'giliran' sakit Covid dan yang sudah sembuh, selalu bagikan edukasi baik dari pengalaman-pengalaman kita. Terus lawan stigma, dan jangan khawatir, kalian tidak sendiri," paparnya.

Baca juga: Kisah Seorang Penyintas Covid-19, Dihantui Ketakutan dan Berhari-hari Alami Mimpi Buruk

Ia menceritakan pengalamannya selama merawat pasien Covid-19 sejak awal pandemi, Maret 2020.

"Yang dihadapi setiap hari adalah kematian pasien dalam kesendiran, dan cerita keluarga yang menyesalkan. Jadi tidak ada yang enak, semuanya cerita sedih dan duka. Makanya kita mau ini cepat berlalu," kata Dokter Ning.

Menurutnya tak ada pengalaman dan kesan menyenangkan selama merawat pasien Covid-19.

"Semuanya kesedihan. Kita senang jika ada pasien yang sembuh. Tapi tetap khawatir mereka alami long Covid," katanya.

Baca juga: Penyintas Covid-19 dan Kanker, Ibu Menyusui, Serta Penderita Diabetes dan Hipertensi Boleh Divaksin

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved