Breaking News:

Narkoba

Dugaan Kompol Yuni Purwanti Sebagai Pengedar Selain Pemakai Narkoba, Masih Didalami Polri

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan menuturkan pihaknya msih mendalami kemungkinan Kompol Yuni Purwanti sebagai pengedar narkoba.

Warta Kota/Budi Malau
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan menuturkan Bid Propam Polda Jabar bersama Dittipidum Polda Jabar masih mendalami kemungkinan dugaan mantan Kapolsek Astana Anyar, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi, terlibat dalam jaringan pengedar narkoba, selain sebagai pengguna. 

Menurut Ramadhan, Propam Polda Jawa Barat sampai saat ini masih menyelidiki dan mendalami kemungkinan Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti, menjadi bagian dari pengedar narkoba atau sabu, selama ini.

Pendalaman katanya juga dilakukan terhadap 11 orang anak buah Kompol Yuni yang turut serta ditangkap Propam Mabes Polri dan Propam Polda Jabar. Semuanya ditangkap saat berpesta narkoba di salah satu hotel di Bandung, Selasa (16/2/2021) lalu.

"Semuanya masih di dalami, apakah sebagai pengguna atau juga pengedar. Untuk anggota Polri terlibat dan terbukti sebagai pengedar ancamannya dipecat," kata Ramadhan.

Kasus ini kata Ramadhan saat ini masih ditangani Propam Polda Jabar.

Baca juga: Propam Dalami Kemungkinan Kompol Yuni Purwanti Bagian Pengedar Narkoba

Baca juga: Biasa Tangkap Palaku Narkoba, Kapolsek Cantik Kompol Yuni Purwanti Kini Ditangkap Karena Narkoba

Baca juga: Takut Kecolongan Lagi, Mendadak Polda Metro Jaya Tes Urine 306 Personel Ditresnarkoba, Ini Hasilnya

"Polda Jabar merespon dengan cepat, dengan langsung mencopot Kompol YP dari jabagatannya sebagai Kapolsek Astana Anyar. Pencopotan berdasarkan STR Nomoe 267/II/Kep /2021 tanggal 17 febr 2021," kata Ramadhan.

Kompol Yuni Purwanti dan 11 anggotanya kata Ramadhan saat ini masih dalam pemeriksaan Bidpropam Polda Jabar.

"Mereka sudah menjalani tes urine, dan hasilnya semuanya positif," kata Ramadhan.

Ramadhan mengatakan Propam Polda Jabar dan pimpinan di Polda Jabar akan melihat track record 12 anggota Polri itu sebagai pertimbangan dalam memberikan sanksi, jika diketahui mereka hanya pemakai.

"Jika pengguna, apakah baru sekali atau sering, akan dlihat dan juga jadi pertimbangan. Setiap anggota Polri tentunya ada prestasi-prestasi serta sudah berapa lama ia berdinas. Jadi akan dilihat track recordnya dari semuanya, untuk menjadi pertimbangan dan putusan pimpinan dalam memberi hukuman kepada yang bersangkutan," katanya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved