Banjir Jakarta
Liang Makam Jenazah Covid-19 di TPU Bambu Apus Bekas Sawah
Liang makam jenazah pasien Covid-19 di Taman Pemakaman Umum (TPU) Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, tergenang, Kamis (18/2/2021).
Penulis: Junianto Hamonangan |
"Akibatnya saluran Phb Sulaiman jadi meluap, nggak mampu nampung lagi,” kata Bani, Kamis (18/2/2021).
Selain imbas hujan deras, banjir setinggi 20-40 sentimeter itu terjadi akibat limpahan dari luapan embung Halim Perdanakusuma.
Baca juga: BANJIR JAKARTA, Diguyur Hujan Seharian, Permukiman di Cipinang Melayu Terendam Banjir 40 Centimeter
Baca juga: Banjir di Stasiun Tebet Berhasil Diatasi, KRL Manggarai-Bogor Kembali Normal
"Ini sudah yang kedua minggu ini, sebelumnya Selasa (16/2/2021). Tapi kalau dihitung dari pekan lalu, ini mungkin banjir kelima lah,” ujarnya.
Bani menambahkan, ada puluhan rumah warga di RT 001/RW 03 Kelurahan Cipinang Melayu yang terendam banjir setelah saluran Phb Sulaiman meluap akibat hujan tidak kunjung reda.
Menurut Bani, ketinggian air mulai berangsur surut setelah personel Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur mengerahkan pompa untuk menyedot air pada pukul 17.00 WIB.
"Kalau enggak disedot pakai pompa air surutnya lebih lama. Waktu Selasa lalu malah ketinggian air lebih tinggi, sampai satu meter lah," katanya.
Sementara itu, ketinggian air yang merendam permukiman warga RW 03 Cipinang Melayu masih mencapai 20-40 sentimeter hingga sore hari.
Sejumlah personel PPSU Cipinang Melayu dan Sudin SDA Jakarta Timur masih berada di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan debit air saluran Phb Sulaiman kembali meluap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/liang-lahat-di-tpu-bambu-apus1182.jpg)