Imlek 2572
Libur Pertama Imlek 2572, Curug Pangeran Banyak Dikunjungi Wisatawan Dalam Negeri
Kabupaten Bogor memiliki banyak objek wisata alam yang patut untuk dikunjungi, salah satunya Curug Pangeran.
Penulis: Yudistira Wanne | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Kabupaten Bogor memiliki banyak objek wisata alam yang patut untuk dikunjungi, salah satunya Curug Pangeran.
Pantauan TribunnewsBogor.com, dalam libur Imlek kali ini, objek wisata Curug Pangeran, Pamijahan, Kabupaten Bogor menjadi salah satu incaran para wisatawan untuk mengisi waktu luangnya.
Staff pengelola Curug Pangeran, Angga mengatakan bahwa meski saat ini kondisi masih pandemi covid-19, namun dia mengaku belum ada temuan kasus wisatawan yang terpapar covid-19.
"Untuk pengunjung kondusif, tidak ada kendala apapun meski di tengah pandemic Covid-19 ini tapi sampai saat ini alhamdulillah tidak ada kejadian apapun baik wisatawan lokal maupun luar daerah," ujarnya, Jumat (12/2/2021).
Tidak adanya paparan kasus covid-19 di objek wisata Curug Pangeran menurut Angga, tak terlepas dari penerapan protokol kesehatan yang ketat.
"Kalau peraturan protokol kesehatan kan sudah dianjurkan dari pemerintah jadi wajib kita menerapkannya agar kita juga tidak kena sanksi," jelasnya.
Sementara itu, Angga mengaku bahwa untuk pemeriksaan surat rapid antigen itu dilaksanakan dihari tertentu.
"Untuk hari Minggu biasanya ada pemeriksaan surat rapid test antigen," tegasnya.
Selain itu, Angga mengaku bahwa di hari pertama libur Imlek, jumlah pengunjung mengalami peningkatan.
"Libur imlek ada peningkatan pengunjung, tapi tidak terlalu ramai. Biasanya kan sampai 1000 motor saat libur imlek sebelumnya. Tapi saat ini sekitar 100 motor," paparnya.
Angga pun mengaku bahwa wisatawan luar daerah masih menjadi penyumbang terbanyak jumlah pengunjung.
"Kebanyakan wisatawan yang datang itu dari Tangerang, Depok. Yang paling banyak sih Depok," tandasnya.
Sementara itu, perayaan Imlek di Klenteng Hok Tek Bio, Ciampea, Kabupaten Bogor, Jumat (12/2/2021), nampak sepi.
Sepinya pengunjung di Klenteng Hok Tek Bio tak lepas dari mengindahkan peraturan pemerintah yang fokus terhadap penerapan protokol kesehatan 5M.
Penjaga Klenteng Hok Tek Bio, Husin mengatakan bahwa pengunjung yang datang telah melakukan ibadah sejak tengah malam.
"Kalau tadi malam sekitar pukul 00.00 WIB itu banyak yang datang untuk sembahyang. Kalau pagi ini terpantau sepi. Cuma sekitar 10 orang dari pagi," ujarnya.
Sementara itu, Husin menjelaskan bahwa Klenteng Hok Tek Bio, Ciampea, Kabupaten Bogor menerapkan pembatasan.
"Dibatasi. Sesuai dengan aturan, kami menyiapkan beragam prosedur protokol kesehatan. Itu memang yang diterapkan di sini," jelasnya.
Sebelumnya, Locu Klenteng Hok Tek Bio, Kristan mengatakan bahwa Kelenteng Hok Tek Bio melakukan pembatasan juga penerapan protokol kesehatan terhadap jemaat yang datang.
Kendati demikian, Kristan menegaskan bahwa saat pelaksanaan ritual ibadah berjalan seperti biasa.
"Persiapan kita tentu mengikuti instruksi pemerintah terkait 5 M. Yang penting kita siapkan untuk semua ritual persembayangan itu dengan ornamen-ornamen dan makanan serta buah-buahan untuk persembahan kita siapkan seperti biasa," ujarnya.
Terkait mekanisme pengunjung yang datang, Kristan membeberkan bahwa pengunjung yang datang dibatasi dengan maksimal lima orang.
"Untuk pengunjung, kita atur untuk tidak berbarengan, tidak kerumunan. Artinya paling satu per satu keluarga. Kita bikin pakai buku tamu," paparnya.
"Kita punya kebijakan bahwa jika ada yang ingin beribadah itu dipersilakan. Tapi maksimal itu tiga hingga lima orang dan itu tidak boleh berbarengan," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pengunjung-curug-pangeran.jpg)