Kabar Parlemen
Kunker Komisi III DPRD Jabar Targetkan Bangun Lagi Smart Green House 3-5 Hektar
Dalam kunjungan kerjanya ke PT Agro Jabar, Desa Wanajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Komisi III DPRD Jawa Barat meninjau smart green house
Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dalam kunjungan kerjanya ke PT Agro Jabar, Desa Wanajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Komisi III DPRD Jawa Barat meninjau salah satu aset yang dimiliki Provinsi Jabar tersebut.
Di mana dalam area seluas 8,9 hektar telah dibangun smart green house seluas 3.000 meter yang telah diresmikan pada 27 Januari 2021 oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Anggota komisi III DPRD Jawa Barat, Asep Arwin Kotsara mengatakan, smart green house ke depannya ditargetkan akan dibangun lagi seluas 3-5 hektar.
Asep menjelaskan smart green house modelnya sama seperti model hidroponik.
"Saya juga salah satu pembuat hidroponik di masjid wilayah saya untuk kemaslahatan jama’ah, hanya saja di smart green house ini dikatakan smart karena semua sistem pengecekan nutrisi yang dibutuhkan tumbuhan terdapat tanki-tanki air," papar Asep kepada Warta Kota, Jumat (12/2/2021).
• Komisi III DPRD Jabar Minta Agro Jabar Jalin Koordinasi, Selama Ini Hanya Tahu dari Media

Politisi PKS itu mengatakan, fungsi tanki air itu untuk memastikan pasokan nutrisi ke tanaman hidroponik.
Jika kandungan nutrisinya turun dari ambang batas yang audah ditentukan, kaga Asep, maka secara otomatis akan menambahkan sendiri.
"Karena ada controlernya, sehingga semua sudah bersistem otomatisasi,” papar legislator Dapil Depok-Bekasi ini.
Model hidroponik di area tersebut adalah model infus dimana sistem kapiler dalam infus hidroponik terkadang mengalami kemacetan.
“Menurut mereka karena sudah mengetahui sistem kapiler yang sering macet akibat nutrisinya dalam bentuk mineral sehingga pengelola smart green house mensiasatinya setiap pagi dan sore hari disemprot dengan air biasa,"
"dialirkan untuk membersihkan mineral-mineral yang menempel dikapiler hidroponiknya,” paparnya.
Kemudian sistem canggih smart green house tersebut pun ketika terjadi hambatan dilubang kapiler tanamannya maka secara otomatis sistemnya akan memberikan informasi bahwa terjadi hambatan disatu titik yang kemudian langsung ditangani.
Saat ini, kata Asep, PT Agro Jabar sudah mulai menyemai bibit melon dan paprika di lahan 3.000 meter tersebut dengan jumlah total 6.400 untuk masing-masing pohon box tersebut.
"Satu yang menjadi kritik saya ke mereka adalah jarak antara baris satu pohon ke satu pohon lainnya jauh sekali, ada sekitar satu setengah meteran, ini sayang,"
"Dengan space yang ada dan biaya pembangunan smart green house yang mahal tersebut, ini harusnya bisa di efisiensikan, jarak tanamannya bisa dirapatkan cukup antara 70 sampai dengan 80 centimeter,” tuturnya.