Timnas

Fokus Latih Timnas U-23, Pelatih Shin Tae-yong Tidak Janji Bisa Raih Medali Emas di SEA Games 2021

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, fokus pimpin latihan Timnas U-23 yang akan tampil di SEA Games 2021 di Vietnam pada 21 Novemver-2 Desember.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Sigit Nugroho
pssi.org
Pelatih timnas sepak bola Indonesia, Shin Tae-yong memimpin latihan perdana TC untuk Sea Games Hanoi 2021 di Jakarta 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, fokus pimpin latihan Timnas U-23 yang akan tampil di SEA Games 2021 di Vietnam pada 21 Novemver-2 Desember mendatang.

Sebelumnya, dia pimpin latihan Timnas U-19 selama satu tahun gagal untuk persiapan menghadapi Piala Dunia U-20.

Namun, FIFA batalkan pelaksanaan Piala Dunia U-20 di tahun 2021.

Federasi sepak bola dunia itu mengalihkan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 di tahun 2023.

Sementara itu, Timnas U-23 punya target cukup berat di tahun ini.

Setelah gagal meraih medali emas di SEA Games 2019, pemerintah melalui Kemenpora menargetkan Indonesia bisa meraih medali emas di SEA Games 2021.

Seperti diketahui, cabor sepak bola sendiri terakhir meraih medali emas pada 1991.

Setelah itu, Indonesia terhitung sudah empat kali meraih runner-up.

Shin Tae-yong yang mendengar target tersebut merespons siap memberikan yang terbaik.

Pimpin Pemusatan Latihan Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Tingkatkan Stamina dan Organisasi Permainan

Shin Tae-yong Pimpin Latihan Hari Pertama Timnas Sea Games XXXI Hanoi Hanya 90 Menit

Timnas U-23 Kembali Berlatih, Ketum PSSI Mochamad Iriawan: Fisik Pemain Anjlok

“Tujuan utamanya memang harus ambil terbaik. Jujur, kami tidak bisa bilang pasti dapat medali emas. Tetapi, kami akan maksimalkan. Saya akan maksimalkan,” kata Shin Tae-yong saat ditemui di Lapangan G, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Saat ini Shin Tae-yong masih mengeluhkan fisik pemain Timnas U-23, karena kompetisi sepak bola tak bergulir.

Untuk itu ia meminta kepada Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, terus meyakinkan pihak kepolisian sehingga izin resmi bisa segera turun.

Hadirnya kompetisi dinilainya bisa membuat para pemain meningkatkan fisik dan mental bertanding di samping ia tempa pada pemusatan latihan.

"Menurut saya, memang liga harus bergulir. Jadi jujur, saya tak tahu kenapa liga tidak bergulir. Mungkin seperti Liga Korea. Pertama tanpa penonton, tetapi lama-lama penonton boleh masuk 25 persen. Semoga, liga cepat bergulir. Bicarakan lebih baik lagi dengan Polri, agar liga bisa berjalan,” papar Shin Tae-yong.

Sementara itu, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 telah mandek hampir satu tahun akibat pandemi Covid-19, sehingga pihak kepolisian tidak memberikan izin.

Kini baik Menpora (Zainudin Amali), PSSI, PT LIB tengah berupaya untuk meyakinkan pihak Kepolisian agar kompetisi bisa diadakan di tahun ini.

Pada rapat koordinasi kemarin, pihak kepolisian yang dihadiri oleh Asops Kapolri Imam Sugianto mendapatkan pemaparan secara langsung dari PT LIB dan PSSI bagaimana penerapan protokol kesehatan di sebuah pertandingan.

Akan tetapi, belum ada kepastian kapan kompetisi digelar kembali.

Rencananya, Imam Sugianto akan bertemu kembali dengan Menpora dan PSSI, guna memutuskan apakah kompetisi benar diizinkan atau tidak.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved