Breaking News:

Virus Corona

Tak dapat Ruang ICU,Keluarga Pasien Covid-19 Disodorkan Surat Pernyataan tak Menuntut jika Meninggal

Ketika mendapatkan rumah sakit, Nur mengaku sang anak yang mendampinginya itu disodori sebuah surat. Berisi agar tidak melakukan penuntutan.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Rizki Amana
(Ilustrasi vaksin covid-19) Ketika mendapatkan rumah sakit, Nur mengaku sang anak yang mendampinginya itu disodori sebuah surat. Berisi agar tidak melakukan penuntutan. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Menderita Covid-19 di Indonesia khususnya wilayah Jabodetabek saat ini memang lah tak mudah.

Pasalnya, penuhnya ruang perawatan termasuk ruang Intensif Care Unit (ICU) membuat sejumlah pasien terpaksa harus ekstra dalam mencari rumah sakit yang bisa menampung pasien Covid-19.

Nur (43) misalnya, ditolak sejumlah rumah sakit.

Putranya saat itu menghubungi beberapa rumah sakit, agar sang ibunda mendapatkan perawatan secepatnya.

Baca juga: Mau Rapid Test Swab Antigen Gratis? Bisa Datang ke Seluruh Polsek di Jakarta Setiap Senin dan Kamis

Baca juga: Daftar 25 Kelurahan di Jakarta dengan Kasus Covid-19 Tertinggi, Sunter Jaya Urutan Pertama,270 kasus

Baca juga: Sandiaga Uno Usulkan Program Pinjaman Lunak Rp9,9 Triliun untuk Bangkitkan Pariwisata di Bali

Lalu putranya itu akhirnya mendapatkan jawaban dari salah satu dari sekian banyak rumah sakit yang dihubungi.

Salah satu rumah sakit yang berada di bilangan Jakarta Selatan menjadi harapan Nur agar bisa segera mendapatkan pertolongan pertama.

Ya, kondisi Nur ketika itu termasuk dalam gejala berat, sesak napas, pusing dan lemah membuat dirinya masuk kategori pasien yang harus segera mendapat perawatan di ruang intensif seperti ICU.

Sayangnya, ketika sampai di rumah sakit tersebut, putra Nur hanya dimasukan ke dalam ruang Instalansi Gawat Darurat (IGD).

Karena tidak sesuai dengan kondisi dan ruang perawatan yang harus diterima, Nur pun mengaku sang anak yang mendampinginya itu disodori sebuah surat.

Surat tersebut adalah surat pernyataan bahwa keluarga tidak akan menuntut dan menerima jika sesuatu hal terjadi dengan Nur lantaran perawatan yang diterima tidak sesuai dengan tingkatan sakit yang dirasakan Nur.

Hanya anak sulungnya memang yang ketika itu bisa mendampingi dirinya dengan menggunakan kendaraan lain atau mengekor di belakang ambulans yang membawanya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved