Rabu, 8 April 2026

Sudah Surplus, YLKI Beri Catatan PR untuk BPJS Kesehatan Terkait Pelayanan

Meski alami surplus, BPJS Kesehatan tetap mendapatkan beberapa catatan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) terkait pelayanan.

Penulis: Desy Selviany |
tribunnews
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Meski alami surplus, BPJS Kesehatan tetap mendapatkan beberapa catatan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Beberapa catatan itu di antaranya terkait peningkatan pelayanan.

Hal itu disampaikan Ketua YLKI Tulus Abadi dalam paparan Capaian Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan Program JKN-KIS Tahun 2020 yang diselenggarakan secara daring Senin (8/2/2021).

Tulus mengapresiasi BPJS Kesehatan yang sudah dapat kelola keuangan dengan baik sehingga dapat surplus mencapai Rp18,74 triliun.

Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, Kejaksaan Agung Periksa Deputi Direktur Penyertaan

Selain itu ia juga apresiasi dengan naiknya ketataan perserta BPJS Kesehatan dalam membayar iuran.

Ia juga mendukung adanya kenaikan iuran yang dilakukan BPJS Kesehatan sehingga berdampak pada surplusnya keuangan BPJS Kesehatan.

Namun ia berharap ada beberapa peningkatan pelayanan yang dilakukan BPJS Kesehatan.

"Misalnya saja dengan tidak ada lagi berita penolakan pasien di rumah sakit karena alasan ruangan penuh," ujar Tulus.

Di Tengah Pandemi, Peserta BPJS Ketenagakerjaan Tetap Peroleh Imbal Hasil di Atas Deposito

Maka kata Tulus, BPJS Kesehatan harus menciptakan iklim yang akuntabel dengan membuka informasi terkait ketersediaan ruang rawat inap di rumah sakit.

Sehingga perserta BPJS Kesehatan dapat melihat rumah sakit mana saja yang masih tersedia ruang rawat inap.

Pihak BPJS kesehatan juga diharapkan dapat memastikan tidak ada lagi perserta yang diharuskan membayarkan obat yang disebut tidak dicover BPJS.

Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan Mirip Kasus Jiwasraya, Salah Kelola Dana Investasi

Selain itu diharapkan BPJS Kesehatan juga memastikan tidak ada lagi antrean panjang di fasilitas kesehatan.

Proses digitalisasi kesehatan juga harus didukung penuh dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan.

Terlebih saat ini ada kekhawatiran dari masyarakat untuk datang ke rumah sakit sejak Pandemi Covid-19 terjadi.

Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris Pantau Implementasi P-Care Vaksinasi Covid-19

Maka diharapkan ada sistem aplikasi yang menyediakan layanan kesehatan terutama bagi perserta yang memiliki komorbid sehingga berbahaya berada di rumah sakit.

Sementara itu Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris memastikan bahwa BPJS Kesehatan terus berbenah dalam pelayanan kesehatan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved