Berita Tangerang
Pemprov Banten Genjot Sektor Pertanian dan Kelautan untuk Dongkrak Ekonomi
Program peningkatan produksi kedelai hingga mencapai 15.050 hektar. Sedangkan Dinas Kelautan dan Perikanan melalui budidaya perikanan.
WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Sejumlah sektor di Provinsi Banten dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.
Seperti sektor pertanian memiliki banyak program unggulan yang dapat mendorong perekonomian Banten.
Program peningkatan produksi kedelai hingga mencapai 15.050 hektar. Sedangkan Dinas Kelautan dan Perikanan melalui budidaya perikanan.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Agus M Tauchid menjelaskan, program 2021 sudah tercantum dalam APBD Banten 2021.
Program itu, kata Agus, banyak menyentuh upaya peningkatan skala usaha ekonomi dan skala kawasan.
• Sekda Provinsi Banten Al Muktabar Lantik 87 Pejabat Fungsional
• Pemprov Banten Berniat Terapkan Lockdown Akhir Pekan untuk Menekan Penyebaran Virus Corona
Salah satu yang menjadi program Distanak adalah peningkatan produksi kacang kedelai skala luas sebesar 15.050 hektar.
“Ini untuk merespons kekurangan produksi kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe,” kata Agus, Sabtu (6/2/2021).
Selain itu, Distanak juga memiliki program peningkatan produksi padi dan jagung pada basis peningkatan skala usaha.
Apalagi Banten memiliki areal persawahan luas.
Areal persawahan tersebut tersebar di Kabupaten/Kota di Banten.
Sementara, upaya peningkatan produksi hortikultura lebih fokus pada skala usaha ekonomi cabai dan bawang merah.
"Peningkatan produksi perkebunan ada prioritas untuk peningkatan ekspor pada gula aren, sedangkan untuk kelapa dan kakao lebih kepada perdagangan regional,” ujar Agus.
• Pemprov Banten Laksanakan Penegakan Disiplin dalam Penanggulangan Covid-19
• Jaga Ketahanan Pangan Saat Pandemi Covid-19, Gubernur Banten Wahidin Halim Ajak Masyarakat Bertani
Dia juga optimistis dengan mulai beroperasinya BUMD Agrobisnis PT ABM.
Kehadiran BUMD tersebut akan menambah kekuatan baru di tahun 2021.
Keberadaan BUMD juga diharapkan berfungsi sebagai off-taker (pembeli) pada beberapa komoditas pertanian di Banten.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/wahidin-halim162.jpg)