Breaking News:

Viral Medsos

CEO Eiger Ronny Lukito Bongkar Siapa yang Salah Dalam Kasus Surat Keberatan Eiger

CEO Eiger Ronny Lukito Bongkar Siapa yang Salah Dalam Kasus Surat Keberatan Eiger. SImak selengkapnya di dalam berita ini.

youtube eiger
CEO EIGER Ronny Lukito jelaskan siapa yang patut disalahkan dalam kasus surat keberatann EIGER. 

Tangkapan layar surat keberatan dari Eiger itu diunggah Dian di akun Twitter dan Instagram-nya @duniadian karena menganggap apa yang dilakukan Eiger tak tepat.

Dian membuat konten review sendiri, bukan karena endorse.

Produk Eiger yang di-review juga dibeli sendiri oleh Dian.

"Halo @eigeradventure jujur kaget saya dapat surat begini dari anda. Lebih kaget lagi baca poin keberatannya. Saya kan review produk gak anda endorse. Kalau anda endorse atau ngiklan boleh lah komplen begitu. Lha ini beli, gak gratis, lalu review pake alat sendiri," tulis Dian dalam twitnya. 

Halo @eigeradventure jujur kaget saya dapat surat begini dari anda. Lebih kaget lagi baca poin keberatannya. Saya kan review produk gak anda endorse. Kalau anda endorse atau ngiklan boleh lah komplen begitu. Lha ini beli, gak gratis, lalu review pake alat sendiri, tulisnya.

Hingga kini, unggahan tersebut telah di-retwit sebanyak 27.300 kali dan disukai sebanyak lebih dari 74.000 kali oleh pengguna Twitter lainnya.

Tagar #Eiger pun menjadi trending topic pertama pada Kamis malam.

Kronologi surat

Bagaimana kronologi awal Dian mendapatkan surat keberatan tersebut?

Sebagaimana diceritakan Dian, ia membuat video soal review kacamata Eiger  Kerato pada 31 Agustus 2020 melalui kanal YouTube-nya, @duniadian.

Dalam video berdurasi 10 menit 8 detik, Dian menceritakan bahwa ia membeli kacamata berwarna kuning kemerahan itu karena dirasa cocok dengan bentuk wajahnya.

Sebab, ia telah mencari-cari produk kacamata yang sesuai ketika digunakan untuk bersepeda.

"Ternyata tidak ada yang muat di muka saya, saking lebarnya, saya sampai malu sama mbaknya (penjaga toko kacamata)," ujar Dian.

"Karena enggak ada yang muat, saya ke store Eiger. Dia bikin kacamata juga, akhirnya saya coba deh salah satu kacamata, eh muat," lanjut Dian dalam video itu.

Selain itu, Dian juga memuji bahwa kacamata sepeda yang dibelinya tergolong pas dari segi harga.

Ia juga memuji bahwa produk Eiger memiliki aksesori yang keren pada bagian kaca kuningnya dan kelenturan pada dudukan telinga.

Meski video itu sudah lima bulan lalu dibuat dan diunggah di medsos, Dian mengaku baru mendapatkan surat keberatan dari pihak Eigerindo MPI tertanggal 23 Desember 2020 dengan kop surat tahun 2021 dan dikirimkan Kamis (28/1/2021) jam 14.03 WIB.

"Tadi siang Eiger kirim surat itu ke e-mail saya, karena e-mail saya yang dijadikan kontak YouTube saya," tutur Dian kepada Kompas.com.

Dalam surat keberatan itu, disebutkan ada tiga poin yang dinilai kurang puas bagi pihak Eigerindo MPI terhadap video " Review kacamata EIGER Kerato".

Surat keberatan dari Eiger
Surat keberatan dari Eiger (istimewa)

Berikut kutipan keberatan Eiger yang disebutkan dalam surat itu:

1. Kualitas video review produk yang kurang bagus dari segi pengambilan video yang dapat menyebabkan produk kami terlihat berbeda baik dari segi warna, bahan dan detail aksesoris menjadi terlihat kurang jelas.

2. Adanya suara di luar video utama yang dapat mengganggu (noise) sehingga informasi tidak jelas bagi konsumen.

3. Setting lokasi yang kurang proper bagi pengambilan video. Selain itu, pihak Eigerindo MPI juga meminta Dian untuk menghapus video review tersebut.

Akan tetapi, Dian menegaskan, ia tak akan menghapus kontennya karena merasa tak ada yang salah dengan apa yang dilakukannya.

Tidak di-endorse Terkait video review yang dicap kurang memuaskan oleh pihak Eiger, Dian pun merasa kecewa.

"Saya kan review produk enggak Anda endorse. Kalau Anda endorse atau ngiklan boleh lah komplen begitu," ujar pria yang mengaku pelanggan setiap produk Eiger ini.

"Lha ini beli, enggak gratis, lalu review pakai alat sendiri. Ya maaf kalau enggak sempurna karena saya YouTuber kaki lima, belum bintang lima yang alatnya cinematik," lanjut dia. 

Baca juga: Inilah Protokol Mendaki Gunung di masa Pandemi Covid-19

Dengan peristiwa ini, Dian memutuskan untuk tidak akan membeli produk merek Eiger dan tidak akan me-review kembali produk-produk Eiger.

"Biar hanya YouTuber bintang lima dengan alat canggih saja yang me-review produk Anda," kata Dian.

Unggahan ini ramai diperbincangkan di media sosial maupun di komunitas pesepeda.

Kebanyakan menyayangkan tindakan Eiger yang dinilai kurang tepat sebagai produsen perlengkapan outdoor terbesar di Indonesia. 

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved