Breaking News:

Transportasi

Awas, Cuaca Ekstrem hingga April 2021, Menhub Minta Para Operator Transportasi Ekstra Waspada

Kemenhub mengimbau para operator transportasi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem ini untuk keselamatan penumpang.

Istimewa
ILUSTRASI Cuaca ekstrem. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta para operator transportasi mewaspadai cuaca ekstrem yang diprediksi hingga April 2021 untuk keselamatan penumpang. 

Sementara itu, sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan sejumlah mitigasi bencana dalam menghadapi musim hujan yang saat ini intensitasnya semakin tinggi.

Bahkan, berbagai mitigasi bencana telah dilakukan sejak tahun lalu.

Sekretaris Dinas SDA DKI Jakarta Dudi Gardesi memaparkan, ada lima upaya yang telah dilakukan oleh jajarannya, yakni gerebek lumpur, pengelolaan air hujan (Drainase Vertikal), pemeliharaan pompa, penanganan banjir rob melalui NCICD, dan pengelolaan sistem polder.

“Gerebek Lumpur itu berbentuk pengerukan/pengurasan, bertujuan meningkatkan kapasitas saluran, kali/sungai, dan waduk, sehingga pada musim hujan daya tampungnya bisa maksimal,” kata Dudi pada Kamis (28/1/2021).

Baca juga: Jalani Vaksinasi Dosis Kedua, Ganjar Buktikan Proses Vaksinasi Aman

Baca juga: Kapolri Listyo Kunjungi PBNU, Said Aqil: Pak Sigit ini Bisa Dikatakan Warga NU Cabang Nasrani

Menurutnya, jumlah yang sudah dikeruk tahun 2020 lalu mencapai 23 waduk, dengan volume pengerukan 446.402,9 m3. Kemudian untuk pengerukan kali, dilakukan di 93 lokasi dengan volume pengerukan 279.967,5 m3.

Sementara itu, saluran penghubung yang sudah dikeruk sebanyak 390 saluran, dengan volume pengerukan 121.002,6 m3. “Itu untuk tahun 2020 ya, pada tahun-tahun sebelumnya juga sudah dilakukan pengerukan di lokasi lainnya,” ungkap Dudi.

Dudi menerangkan, pembangunan drainase vertikal (sumur resapan) yang dilakukan oleh Dinas SDA DKI bekerja sama dengan unsur-unsur terkait di wilayah dan melibatkan masyarakat. Hingga 31 Desember 2020, telah tersedia 2.974 titik drainase vertikal di 777 lokasi, seperti di RPTRA, gedung pemda, sekolah, taman kota, dan masjid.

Selain itu, untuk penanganan banjir rob melalui NCICD, dinas telah menentukan lokasi prioritas pembangunan tanggul pantai, yaitu Kamal Muara, Kali Blencong, Kali Adem-Muara Angke, Pantai Muara, Sunda Kelapa, dan Tanjung Priok. Saat ini telah terbangun sepanjang 12,6 Km tanggul pantai dan akan terus dilanjutkan pembangunannya.

Sedangkan untuk pembangunan/rehabilitasi sistem polder pada 2021-2022, lokasinya antara lain. Di sisi lain, dinas juga telah menyiapkan 487 pompa stationer di 178 lokasi, 175 pompa mobile di 5 wilayah, 257 alat berat, 465 dump truck, 36 pintu air, dan 8.101 personel (Pasukan Biru).

Baca juga: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, Ini 4 Rekomendasi TII

Baca juga: Pimpin Rapat Soal Kesejahteraan di Papua, Maruf Amin Tekankan Pentingnya Stabilitas Polhukam

Sementara itu Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Sabdo Kurnianto, mengatakan, pihaknya juga telah melakukan sejumlah kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. BPBD Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan buku panduan kesiapsiagaan menghadapi banjir bagi masyarakat sebanyak 33.311 buku dan dibagikan kepada pengurus RT/RW.

Halaman
123
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved