Kamis, 23 April 2026

PPKM Tidak Memuaskan, Prasertyo: Bila Warga Luar DKI Patuh Prokes Covid-19 Tak Melonjak

Bila warga luar DKI patuh terhadap protokol kesehatan tentu penyebaran Covid-19 tidak akan melonjak.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
warta kota
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi ‘menyalahkan’ pendatang di Ibu Kota akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang dinilai tidak memuaskan.

Politisi PDI Perjuangan itu meminta kepada pemerintah daerah serta Polri dan TNI untuk menangani persoalan tersebut.

“Di DKI Jakarta ini kan permasalahannya bukan orang DKI, tapi penunjang DKI masuk ke Jakarta. Itu yang harus dibereskan juga di samping-samping (sekitar) DKI Jakarta,” kata Prasetyo di DPRD DKI Jakarta pada Rabu (3/2/2021). “Kalau sudah bisa (dibereskan) seperti itu, kita bisa meminimalisir kenaikan daripada Covid-19 ini,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Prasetyo juga menyoroti banyaknya warga luar Jakarta yang dirawat di Ibu Kota. Dia meyakini, bila warga luar DKI patuh terhadap protokol kesehatan tentu penyebaran Covid-19 tidak akan melonjak.

Sudarno Mantan Kiper Timnas, Persija Dan PSMS Meninggal Dunia Dalam Usia 67 Tahun

Satpol PP Kota Tangsel Gerebek Pasangan tanpa Busana di Kosan, Diduga jadi Lokasi Prostitusi Online

“Jakarta sekarang rumah sakitnya pun sudah dipenuhi oleh penunjang Jakarta. Itu kan juga masalah, jadi kalau pendataan Jakarta yang murni orang Jakarta, saya rasa nggak seperti kondisi sekarang (penuh),” ujarnya.

Karena itu, Prasetyo meminta kepada pemerintah daerah bersama Polri-TNI untuk menggiatkan operasi di lapangan. Bahkan bagi yang terpapar Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri, diminta harus tetap berada di rumah sampai kondisinya pulih.

“Pak Gubernur tolong itu yang namanya gugus tugasnya TNI-Polri dengan Pemda agar digiatkan dan diperketat lagi. Jadi daerah mana yang terpapar, diklaster kalau perlu orang itu nggak boleh keluar dari area itu sekarang kan menjamah ke mana-mana,” imbuh Prasetyo.

Seperti diketahui, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap kedua di Jakarta belum memuaskan. Adapun PPKM tahap kedua dimulai dari Selasa (26/1/2021) sampai Senin (8/2/2021) mendatang.

“Perlu juga kami sampaikan perkembangan Covid-19 di DKI Jakarta, sebagaimana disampaikan Pak Presiden Jokowi dalam PPKM kedua memang hasilnya belum memuaskan,” kata Ariza di Kantor PMI DKI Jakarta pada Selasa (2/2/2021).

Gara-gara Saling Ejek di Medsos, Tawuran Berdarah Antar Geng Motor di Tambora Tewaskan 1 Orang

Moeldoko Akui Beberapa Kali Lakukan Pertemuan di Hotel dan Rumahnya Terkait AHY, Tapi Ia Ngaku Pasif

Karena itulah, kata Ariza, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat melakukan berbagai upaya di antaranya 3T, yaitu tracing (pelacakan), testing (pengetesan) dan treatment (pengobatan). Untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, DKI meningkatkan pelacakan dan pengetesan kepada warganya.

Sedangkan untuk menanggulanginya, DKI menyiapkan fasilitas kesehatan di antaranya tempat tidur isolasi, ruang ICU hingga lahan pemakaman bagi pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Begitu juga jumlah tenaga kesehatan yang terus ditambah dengan menggandeng Kementerian Kesehatan RI. “Prinsipnya DKI Jakarta menyiapkan berbagai dukungan sarana dan prasarananya yang terus kami tingkatkan sesuai situasi dan kondisi,” imbuhnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved