Breaking News:

Berita Internasional

Terjadi Penurunan Ekonomi Tertajam Sejak Perang Dunia II, Amerika Semakin Hancur?

Menurut Hans, kontraksi perekonomian Negeri Paman Sam ini merupakan yang tertajam sejak perang dunia II akibat pandemi Covid-19. 

Istimewa
Ilustrasi Bendera Amerika Serikat 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -Pengamat pasar modal Hans Kwee mengatakan, ekonomi Amerika Serikat (AS) pada kuartal IV tahun 2020 tercatat tumbuh 4 persen. 

Pertumbuhan ini melambat dibandingkan dengan kuartal tiga yang tumbuh 33,4 persen dan sedikit di bawah ekspektasi Wall Street di level 4,3 persen. 

"Dengan pertumbuhan tersebut maka di sepanjang tahun 2020 ekonomi Amerika terkontraksi minus 3,5 persen," ujarnya, Senin (1/2/2021). 

Baca juga: Kekhawatiran Munculnya Kudeta Militer di Myanmar Saat Aung San Suu Kyi Ditahan

Menurut Hans, kontraksi perekonomian Negeri Paman Sam ini merupakan yang tertajam sejak perang dunia II akibat pandemi Covid-19. 

"Perekonomian tahun 2020 dipengaruhi pandemi Covid-19 yang menghancurkan bisnis jasa, seperti restoran dan maskapai penerbangan," katanya. 

Pandemi juga dinilainya membuat jutaan orang di AS kehilangan pekerjaan dan jatuh miskin, sehingga solusi yang diberikan International Monetary Fund (IMF) adalah mendorong negara maju untuk memiliki tingkat utang publik yang jauh lebih tinggi setelah krisis pandemi Covid 19. 

"Kepastian kebijakan fiskal AS menjadi sangat penting bagi perekonomian dan pasar saham," pungkas Hans.

China geser AS soal PMA

Di sisi lain, China mengambil alih posisi Amerika Serikat (AS) sebagai penerima investasi asing langsung terbesar pada 2020, ini terlihat dari aliran aset yang tumbuh sebesar 4 persen menjadi total 163 miliar dolar AS.

United Nation Conference on Trade and Development (UNCTAD) melaporkan, negara itu berhasil menumbuhkan ekonominya sebesar 2,3 persen pada 2020.

Halaman
123
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved